Fakta Audrey Yu Yang Sebenarnya

ilustrasi

Oleh : Vinanda Febriani

1.) Buku yang ditulis Audrey: Indonesia Tanah Airku, Aku Cinta Indonesiaku dan jadi Best Seller dunia.

Penjelasan: Seandainya benar buku Audrey jadi best seller dunia, pasti akan banyak media yang mengulasnya.
Faktanya: Buku pertama yang ditulis Audrey berjudul Mellow Yellow Drama (bisa dilihat melalui: https://www.goodreads.com/…/s…/22175850-mellow-yellow-drama…) yang mengisahkan perjalanan hidup Audrey Yu.

Sedangkan buku kedua Audrey berjudul Mencari Sila Kelima: Sebuah Surat Cinta Untuk Indonesia terbitan Bentang Pustaka, 2015 (bisa dilihat di: https://www.goodreads.com/…/sh…/27250384-mencari-sila-kelima) terinspirasi dari pengalamannya dalam memandang Tiongkok.

2.) Audrey bekerja di NASA dengan gaji 200 Juta per bulan.

Penjelasan: Hoaks yang kedua adalah terkait profesi dan pekerjaan Audrey Yu. Menurut informasi di media sosial, Audrey Yu disebut langsung bekerja di NASA usai menyelesaikan pendidikan S3 di Paris dengan gaji 200 juta per bulan.

Faktanya: Audrey Yu tahun 2017 masih berprofesi sebagai guru di salah satu sekolah di Shanghai, Tiongkok. Ia mengajar bahasa Inggris dan membantu mempersiapkan siswa untuk menempuh ujian SAT.

Seandainya benar Audrey Yu, dengan kejeniusannya langsung direkrut oleh NASA begitu lulus kuliah, hal ini tentu akan diberitakan media Amerika Serikat. Tapi, hasil penelusuran penulis (kompasiana.com) tidak mendapati berita apapun terkait perekrutan Audrey Yu. Berdasarkan pencarian di situs NASA juga tidak ditemukan entry apapun terkait nama Audrey Yu.

3.) Pertemuan Audrey dengan Jokowi saat KTT G-20 di Jepang.

Penjelasan: Hoaks ketiga adalah terkait pertemuan Audrey Yu dengan Jokowi saat KTT G-20 di Jepang beberapa waktu yang lalu. Mengingat status KTT G-20 yang dihadiri kepala negara semacam Donald Trump dan negara maju lainnya, sulit untuk diterima akal bahwa Audrey Yu bisa bertemu dengan Jokowi tanpa ada kapasitas apapun yang melekat pada dirinya.

Seandainya Audrey Yu bertemu Jokowi dalam kapasitasnya sebagai warga negara Indonesia, pertemuan semacam ini tentu dihadiri WNI lainnya yang tinggal di Jepang, bukan secara pribadi. Seandainya pertemuan pribadi itu memang ada, tentu akan ada dokumentasi resmi dari staf publikasi kepresidenan.

Faktanya: hingga KTT G-20 berakhir, tidak ada berita agenda pertemuan Jokowi dengan WNI di Jepang, atau dokumentasi pertemuan pribadi Jokowi dengan Audrey Yu. Begitu pula dengan informasi tawaran pekerjaan dari BPPT. Situs Okezone sudah mencoba untuk mengonfirmasi langsung pada BPPT, namun hingga berita tentang Audrey Yu ditayangkan, belum ada jawaban.

(Tambahan: dari status facebook Anto Satriyo Nugroho Head of Intelligent Computing Lab BPPT)

Berita viral ttg Audrey Yu Jia Hui menyebar hari ini di internet dan wa. Informasi yg ditulis menarik, dan disebutkan bekerja di NASA dengan gaji 200 juta, serta bertemu dengan presiden Jokowi ditawari bekerja di BPPT. Saya informasi tersebut tidak benar. Atasan saya di BPPT mengkonfirmasikan hal tsb. dan berhasil kontak dengan ayahandanya. Beliau mendapat informasi bahwa bekerja di NASA dan bertemu dengan presiden Jokowi itu tidak benar (hoax). Berita masih mengalir di mana-mana. Kasihan Audrey yang jadi object berita hoax. Saya searching dan temukan website ini yang mungkin blog-nya Audrey. Tentunya masih perlu konfirmasi benar tidaknya.
___________________

Hoaks terkait Audrey Yu sebenarnya tidak bersifat negatif. Sekalipun begitu, hoaks tetaplah hoaks. Tidak ada satupun alasan yang bisa membenarkan motif dibalik penyebaran informasi yang menyesatkan. 
Sayangnya beberapa portal berita online asal mencomot informasi tanpa mau melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Sumber:
1. https://www.google.com/…/jangan-mudah-termakan-hoaks-kenali…
2. https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10157285021734477&id=677414476

Sumber : Status Facebook Audrey Yu

Monday, July 8, 2019 - 09:45
Kategori Rubrik: