Fahri Hamzah Marah Besar Prabowo Juga

Oleh : Hulk2000

Fahri Hamzah marah besar terkait pemecatan dirinya sebagai kader PKS. Ia pun berencana akan membawa masalah ini ke ranah hukum. "Saya tidak pernah berbuat senonoh, mencuri, korupsi, saya tidak pernah melanggar hukum" katanya.

Ia pun menuding Presiden PKS Sohibul Iman telah merekayasa sebuah peradilan internal partai untuk menjatuhkannya. "Tidak mengindahkan AD/ART dan juga serangkaian tindakan-tindakan yang terencana dan direkayasa untuk menciptakan persidangan-persidangan yang ilegal, yang fiktif," (alamaaaaak, ngeri kali!).

 Menurut Fahri ia telah "pasang badan" demi membela partai dari hujatan publik gegara mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (terpidana kasus korupsi...itu!). Meski perbuatannya telah mengakibatkan jumlah suara PKS menurun drastis sebelum Pemilu 2014, tapi partai tidak memecatnya. "Saya menjadi orang yang pasang badan, padahal saya juga dizalimi waktu itu, dipindahkan dari komisi III (DPR) tanpa ada pembicaraan," tuturnya.

Fahri pun menyindir ada kader PKS - tidak disebut namanya, tapi mengarah kepada mantan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pudjo Nugroho (terpidana kasus korupsi...itu!) yang tidak dipecat, meski sudah di penjara. "Ada orang yang sekarang dibui, dari wilayah, juga tidak dipecat," (weleh-weleh...bisa begitu ya?).

Fahri marah besar, dan kemarahan Fahri ini dikatakannya secara langsung, bukan lewat perantara mulut orang lain.

Prabowo Subianto pun diberitakan marah besar gegara kader Partai Gerindra M Sanusi yang telah dicokok oleh KPK dan kini sudah menjadi tersangka kasus dugaan korupsi...itu!.

Anggota Majelis Kehormatan Partai Gerindra, Habiburokhman mengatakan, "Siapapun marah, mungkin setiap kader Gerindra marah,".

Ia pun menyayangkan apa yang dilakukan oleh M Sanusi, karena Partai Gerindra tengah gencar mendukung pemberantasan korupsi. "Di tengah kita serius dukung pemberantasan tindak pidana korupsi dan jelang Pilgub DKI, ada peristiwa seperti ini,".

 Lho, ke mana perbaba (pernyataan basa-basi) itu? Biasanya ada perbaba "azas praduga tidak bersalah"? Bukankah M Sanusi baru menjadi tersangka? Atau ia sudah merasa yakin kader Partai Gerindra M Sanusi pasti bersalah karena dicokok oleh KPK lewat operasi caesar, maksud saya operasi tangkap tangan?.

Di sisi lain saya pun tersenyum, karena berita dari merdeka.com itu memakai judul dengan kalimat "Prabowo Subianto marah besar", tapi tidak ada kutipan langsung dari Prabowo yang menyatakan dirinya marah besar, atau dengan kata lain melalui seorang perantara, dalam hal ini mulutnya Habiburokhman.

Beda dengan Fahri di atas tadi yang marah besar karena dirinya dipecat sebagai kader PKS. Kemarahannya diungkap bukan melalui perantara orang lain, tapi langsung dari mulutnya sendiri.

Habiburokhman pun mengatakan apa yang dilakukan oleh M Sanusi tadi sebagai masalah pribadi. "Ini kan masalahnya Pak Sanusi ya. Itu berpengaruh pada nasib Pak Sanusi sendiri", katanya.

Saya pun teringat ucapan Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti di sini. Kalau kader korupsi disebutnya oknum, tapi kalau kader berhasil diakui itu kadernya (hua-ha-ha-ha).

Sudah ah, capek ketawa mulu. Yuk, penggemar catur yang baik hati dan tidak sombong, markiper (mari kita perhatikan) trik dan problem catur yang seder-ha-ha-ha-ha-ha-na di bawah ini:

 Putih giliran melangkah.

Hitam mengancam Mf3xg2+, mat.

Ancaman hitam ini membuat putih pun marah besar!.

Kemarahannya bukan diungkap lewat mulut orang lain, tapi melalui langkah seperti ini (yihaaaaaaaaaa...yariba, yariba, yariba!):

 Hitam pun serba salah, ibarat buah simalakadut (dimakan bapak yang gendut, tak dimakan ibu yang gendut).

Mirip dengan parpol yang kadernya terlibat kasus dugaan korupsi. Meski kader-kader lain dan simpatisannya sudah berusaha menutupi aib yang ada, pun sudah berusaha membentuk opini publik bahwa Ahok pun terlibat (ha-ha-ha...aduh, atit peyuuuuut), tapi tetap saja posisinya serba salah.

Yup, posisi hitam serba salah. Benteng putih dimakan atau tidak, Menteri hitam melayang, atau hitam tetap saja kalah. Gens Una Sumus.** (ak)

Sumber tulisan : kompasiana.com

 

Tuesday, April 5, 2016 - 14:15
Kategori Rubrik: