Fahri Hamzah Jangan Mundur

 

Oleh: Ninoy N karundeng

Desakan mundur oleh Tifatul Sembiring dan DPP Partai agama PKS dan belaan Hidayat Nur Wahid terkait Fahri Hamzah sudah cukup jelas. Namun, ada baiknya pengurus DPP, kader dan simpatisan partai agama PKS menyadari dan memertahankan Fahri Hamzah tetap sebagai Pimpinan DPR RI. Fahri Hamzah sesungguhnya adalah aset partai agama PKS yang paling berharga di mata Allah SWT dan juga para kader, simpatisan, pendukung dan bahkan penentangnya.

Mari kita telaah 7 faktor yang menjadi kerugian partai agama PKS jika kehilangan sosok paling berharga partai agama PKS dulu, sekarang dan yang akan datang bernama Fahri Hamzah di tengah konstelasi politik berubah dengan hati gembira ria senang sentosa pesta-pora menertawai Fahri Hamzah dengan menari menyanyi bersorak-sorai berdansa jungkir-balik breakdance senantiasa selamanya.

Pertama, kesopansantunan Fahri Hamzah dalam berbicara menjadi teladan dan contoh bagi kader dan simpatisan partai agama PKS. Dengan hilangnya Fahri Hamzah dari edaran Pimpinan DPR, dipastikan kader partai agama PKS kehilangan tokoh muda yang sopan dan santun dalam bersikap. Sayang Fahri Hamzah kalau hilang dari peredaran, bagaimana publik dan kader mencari sosok teladan seperti Fahri Hamzah soal kesopanan ala partai agama PKS jadinya?

Kedua, pilihan kata-kata alias diction Fahri Hamzah dalam berbicara sungguh pas menggambarkan keseluruhan watak orang dan kader serta simpatisan partai agama PKS. Kalau mau hendak melihat dan memahami serta mengerti tentang etika berbicara partai agama PKS, lihat saja bagaimana perkataan omongan indah mewangi Fahri Hamzah di Twitter, Facebook dan kutipan wartawan di media. “Hari santri sinting, bodoh, tak becus, dll.” yang merupakan ajaran, didikan, etika partai agama PKS. Sayang Fahri Hamzah kalau hilang dari peredaran, bagaimana publik dan kader mencari kader sehebat Fahri Hamzah dalam memilih kata sebagai gambaran partai agama PKS?

Ketiga, kecerdasan intelektual, sosial, spiritual, dan emosional Fahri Hamzah sebagai wakil partai agama PKS dan pimpinan DPR telah pas. Tidak ada satu pun kader partai agama PKS yang melebihi kehebatan secara intelektual, sosial, spiritual, dan emosional Fahri Hamzah pada masa lalu, sekarang dan yang akan datang. Fahri Hamzah adalah warna dan gambaran partai agama PKS, Fahri Hamzah adalah partai agama PKS dan partai agama PKS adalah Fahri Hamzah; klop. Sayang Fahri Hamzah kalau hilang dari peredaran, bagaimana kader dan publik mencari padanan kehebatan abadi orang seperti Fahri Hamzah?

Keempat, Fahri Hamzah adalah orang yang berangkat dari gambaran mahasiswa dari golongan menengah ke bawah yang aktif di kampus dengan gerakan usroh dan klandestin zaman eyang saya Presiden Soeharto. Fahri Hamzah adalah gambaran tepat istilah Jawa ‘kere munggah bale’ secara politis yang merupakan gambaran umum kader partai agama PKS, tersingkir pada masa rezim eyang saya Presiden Soeharto. Salah satunya yang paling hot selain Fahri Hamzah yang terkaget-kaget dengan kekuasaan dan gemerlap dunia ya siapa lagi kalau bukan ustadz Luthfi Hasan Ishaaq. Luthfi Hasan Ishaaq gambaran kere munggah bale secara politis yang begitu berkuasa langsung korupsi. Dan… ini anehnya dibela oleh Fahri Hamzah hahahaha. Sayang Fahri Hamzah kalau hilang dari peredaran, bagaimana kader dan publik mencari contoh padanan kere munggah bale kalau Fahri Hamzah mundur atau hilang dari posisi dunia akhirat Pimpinan DPR?

Kelima, akhlaqul karimah alias ahlak yang baik Fahri Hamzah adalah contoh tepat gambaran ajaran dan ideologi serta tata cara berkomunikasi sosial partai agama PKS. Publik saat ini dengan mudah jika ingin melihat ideology partai agama PKS, tinggal melihat Fahri Hamzah. Sayang Fahri Hamzah kalau hilang dari peredaran, bagaimana kader dan publik mencari contoh untuk melihat ideology dan tata-catra berkomunikasi sosial partai agama PKS sedangkan Fahri Hamzah adalah gambaran sempurna partai agama PKS?

Keenam, Fahri Hamzah adalah fenomena terbaik dan terbesar partai agama PKS dalam hal kemampuan membela koruptor seperti kasua Papa Minta Saham. Bahkan pencetus pelemahan dan pembubaran KPK adalah Fahri Hamzah. Sayang Fahri Hamzah kalau hilang dari peredaran, siapa tokoh dan kader dan penggambar partai agama PKS pro dengan koruptor selain Daulat Tuanku Besar Fahri Hamzah?

Ketujuh, Fahri Hamzah adalah kekuasaan duniawi. Nah paham partai agama PKS selalu menghindari secara kepura-puraan jabatan duniawi. Nah, Fahri

Hamzah adalah gambaran kejujuran penyembah kekuasaan yang tak akan mau mundur dari posisi pimpinan. Teman-teman kader dan pentolan partai agama PKS selalu berputar-putar yang mengurus dan berkuasa ya itu-itu saja. Hidayat Nur Wahid, Nur Mahmudi Ismail salah satu contoh dan yang dicontoh oleh Fahri Hamzah tentang kenikmatan berkuasa. Sayang Fahri Hamzah kalau hilang dari peredaran, siapa tokoh dan kader dan penggambar partai agama PKS yang sangat rekus dan selalu ingin memeluk kekuasaan dari dunia sampai akhirat?

Jadi dengan tujuh alasan itu, maka Fahri Hamzah tidak perlu mundur. Kenapa? Konstelasi politik di DPR telah berubah, koalisi Prabowo telah rontok. Maka omongan Fahri Hamzah – dan Fadli Zon – tak bermakna apa-apa lagi secara politik. Omongan Fahri Hamzah hanya akan menjadi pepesan kosong tak bermakna sama sekali. Dan … Istana serta Presiden Jokowi sama sekali tak akan mendengarkan omongan Fahri Hamzah sebagaimana tak akan menanggapi dan mendengarkan SBY meskipun berteriak-teriak kesetanan. Kenapa? Omongan Fahri Hamzah, Fadli Zon, dan SBY tak memiliki makna apa pun di tengah perubahan konstelasi politik, dengan bubarkanya koalisi Prabowo. Salam bahagia ala saya.

 

Sumber: Kompasiana

 

Wednesday, January 13, 2016 - 19:45
Kategori Rubrik: