Faham Radikal yang Bisa Gerakkan Aksi Anarkhis

Ilustrasi

Oleh : Ahmad Tsauri

Disatu sisi Jogja kota auto pilot, kota hidup dengan aktivitas warga tanpa ada rekayasa sosial dan rekayasa moda tranportasi, kesenjangan pendatang dan warga asli sangat tinggi.

Di sisi lain, Jogja juga basis Muhammadiyah, Basis teologisnya teks, naqli bukan al-ra'yu, takwil, hermeneutik sehingga selain secara pemahaman keagamaan kaku, dan secara sosial kemasyarakatan kurang sekali kegiatan keagamaan yang mempertemukan warga, bagi mayoritas MD tahlil, maulid dll haram.

Kekerasan kepada kiai Umar Bashri dan geraja dilakukan oleh pelaku dengan paham teologis yang sama, sama-sama berfaham radikal.

Tapi sayangnya, para pengamat selalu menarik-narik faktor ekonomi dan kesenjangan sebagai sebab aksi teror itu. Padahal di kampung saya juga atau dibanyak daerah ada kemiskinan akut dan kesenjangan tapi aksi-aksi semacam itu tidak terjadi.

Ketika dibawa ke ranah ekonomi maka ormas yang warganya terlibat terorisme seperti ormas yang saya sebut di atas tidak mengevaluasi madzhab, manhaj fikih dan teologis yang diajarkan pada warganya.

Karena diagnosa yang salah, maka evaluasi tidak tepat sasaran dan terorisme di produksi secara terus menerus.

Sumber : Status Facebook Ahmad Tsauri

Monday, February 12, 2018 - 16:00
Kategori Rubrik: