Fadli Zon Harus Minta Maaf

ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Kenapapun dia ngeles, puisi itu tendensius yang bisa diartikan Fadli Zon mengolok-olok seorang ulama besar. Puisi itu nampakya terkait dengan insiden Kiai Maimun Zubair atau Mbah Moen salah sebut nama saat memanjatkan doa. Maksudnya mendoakan Jokowi tapi nyebutnya Prabowo.

Doa tersebut kemudian diralat dan diulang jadi Jokowi. Fadli Zon mengolok-olok momen itu lewat puisi. Meski tidak sebut nama, kata "kau" bisa diartikan sebagai Mbah Moen.

doa sakral
kenapa kau tukar
direvisi sang bandar
dibisiki kacung makelar
skenario berantakan bubar
pertunjukan dagelan vulgar

Kabarnya kalangan NU marah besar, kiayi karismatik NU direndahkan oleh Fadli Zon. Mereka menyebut pentolan Gerindra itu sebagai penista ulama. Tak kurang Menteri Agama dan Alisa Wahid, Putri Gus Dur memperingatkan Fadli Zon untuk mengklarifikasi siapa yang dia sebut " Kau" itu.

Ulama Subang Pimpinan Pondok Pesantren Roudlotul Hasanah Subang KH Mochammad Abdul Mu'min menyebut Fadli Zon sebagai kurang ajar kepada ulama.

Fadli Zon sejauh ini berusaha mengelak bahwa sebutan kau itu bukan ditujukan untuk Mbah Moen. Klarifikasi atas pertanyaan Menteri Agama nampaknya dibuat terburu-buru hingga salah ketik. Yang bisa jadi menunjukkan kepanikan dia.

Namun kemanapun dia mengelak, NU dan umat Islam yang sakit hati ulamanya di lecehkan akan tetap “ mengejar “ dia.

Sampai dia minta maaf..

Cepetan ndul… minta maaf sebelum elektabilitas Prabowo makin nyungsep.. 

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan

Thursday, February 7, 2019 - 16:00
Kategori Rubrik: