Fachri Hamzah Kartu Mati

Ilustrasi

Oleh : Wahyu Sutono

Setelah kartu kuningnya Zaadit Taqwa yang konyol, disusul dengan latahnya Fahri Hamzah yang mengeluarkan 'Kartu Merah'. Padahal Fahri Hamzah sendiri hanya 'Kartu Mati' karena sudah tidak terlegitimasi lagi, bahkan partainyapun sudah mengkartumerahkan Fahri.

Betapa tidak, ketika Fahri dan para pendengki terus sibuk menyerang Jokowi dengan cara yang umumnya katrok dan tak berbobot sama sekali, Jokowi sudah banyak berbuat banyak bagi bangsanya. Sedangkan prestasi Fahri hanya mendapat gelar 'Raja Nyinyir'.

 
 

Saat Jokowi sudah mempercantik semua bandara, dan tol sudah terbentang dari Sumatera hingga Papua, Fahri baru sekedar memasang peci. Bahkan Fadly Zon belum punya topi. Lalu ketika Jokowi sukses membubarkan Petral, Fahri malah ingin membubarkan KPK.

Saat Jokowi dengan gagah berani ke Afghanistan tanpa 'Rompi Anti Peluru', Fahri baru bisa studi banding ke Eropa. Ketika divestasi saham Freeport mencapai 51% dan 10% diserahkan kepada masyarakat Papua, Fahri baru bisa investasi nyinyirnya di ILC.

Sementara itu, hingga kini Fahri masih saja sibuk membela Sytia Novanto yang sudah menjadi tersangka korupsi e-KTP. Memang benar-benar kartu mati..

"Salam 2 Periode untuk NKRI Gemilang"

Sumber : Status Facebook Wahyu Sutono

Tuesday, February 6, 2018 - 16:15
Kategori Rubrik: