Facebook, Produk Kapir yang Digemari

Ilustrasi

Oleh : Yusuf Muhammad

"FPI akan boikot Facebook dan mengganti dengan gunakan medsos lain yang lebih pro Islam," tulis beberapa media online, Desember tahun lalu.

Pada hari Jum'at kemaren, Presidium Alumni 212 juga termasuk FPI cs menggelar aksi demo di depan kantor Facebook, di Jakarta. Mereka menuntut keadilan dan penjelasan pada Facebook atas penutupan beberapa akun Facebook mereka.

Presidium Alumni 212 pun mengatakan, "Kami masih butuh Facebook untuk dakwah"

Rupanya stand up comedy sedang dipertontonkan oleh mereka. Mulut mereka yang suka ngatain saudara sebangsa kofar-kafir dan mengklaim dirinya paling beriman, ternyata masih sangat membutuhkan produk kafir Facebook, Whatsap, Twitter dll.

Memang lucu kumpulan para Alumni Monas ini. Seringkali antara mulut dan perbuatan bertolak belakang. Makanya FB itu gunakan untuk hal yang baik, jangan untuk provokasi, fitnah, sebar hoax, apalagi chat mesum. Giliran ditutup akunnya termehek-mehek demo menuntut keadilan.

Padahal sebelumnya, kata Ustad yang paling ganteng dan mancung, "Wall FB" sengaja dibuat menyerupai "dinding ratapan" kaum Yahudi. Anehnya, alumni 212 malah menuntut keadilan kepada kaum Kapir-Atheis-Yahudi yang dipastikan jadi penghuni Neraka.

Ahsu...dahlah, memang nikmatnya kencing Onta tak senikmat Al-Fisbukiyah. Biarpun kencing Onta itu halal dan menyehatkan, namun sehari-hari mereka tak banyak yang mau menikmatinya.

Kebanyakan mereka hanya cuap-cuap saja, malah hampir 24 jam mereka meratapi pesbuk. Meskipun Pesbuk dikatain sengaja dimiripkan dengan "Dinding Ratapan" Yahudi, namun keberadaannya masih sangat digemari.

Sumber : Status Facebook Yusuf Muhammad

Sunday, January 14, 2018 - 15:15
Kategori Rubrik: