Facebook dan Standard Norma

Oleh: Erizeli Bandaro

 

Ada yang bertanya kepada saya mengapa fb saya begitu banyak yang Like? dan selalu ramai di comment. Padahal apa yang saya sampaikan sangat sederhana. Bahkan sangat jauh dari kemampuannya menyampaikan tulisan. Namun like pada fb nya tidak lebih 100. Saya tersenyum. Saya katakan bahwa FB mendesign sosmed ini dengan standard norma. Apa itu? kalau anda respect ( like ) orang lain maka orang lain juga akan respect ( Like ) kepada anda. Kalau anda peduli ( comment ) di wall orang maka dia juga akan peduli ( comment ) anda.

Jadi kalau like sedikit, comment sedikit itu artinya anda memang tidak peduli dengan orang lain.Males like dan males comment. Fb hanya cara anda mencintai diri anda sendiri dan puas agar orang meliat. Padahal tak banyak yang meliat, bahkan tak peduli. Hukum fb adalah hukum besi. Mencintai diri sendiri hanya membuat anda terasing dari dunia luar.

Kalau anda mengisolasi diri anda ( hanya orang tertentu yang bisa meliat postingan anda ) maka semakin sedikit orang menjangkau postingan anda, tentu akan sedikit sekali yang like maupun yang comment. Apabila ada postingan yang penuh kebencian dan buruk laku, tetap akan tersebar bila anda comment , walau comment itu berbalas dengan kebencian juga. Semakin banyak orang membenci anda semakin banyak orang menjangkau akun facebook anda.

Sebaliknya juga apabila postingan anda mengajak kepada kebaikan dan menyampaikan kebenaran maka akan banyak orang memberikan comment dan respect. Apalagi bila postingan anda memancing dialektika yang sehingga orang awam pun akan terpacing comment, akan banyak comment tesis antitesis atas postingan anda itu, tentu semakin luas jangakauan fb di access orang.

Saya tidak begitu memperdulikan akan banyaknya like.Saya lebih focus kepada comment yang masuk. Karena dari comment ini secara tidak langsung saya mengundang orang untuk berkumpul berdasarkan persepsi yang saya tulis di postingan saya. Mungkin awalnya terkesan saling serang namun berlalunya waktu mereka akan dipersatukan oleh persepsi saya tentang kebaikan, kebenaran dan keadilan..Insha Allah.

Mengapa? Karena berbagai peristiwa di alam ini tak lepas dari hasil yang dibentuk oleh kata kata kita, maka kita harus bertanggung jawab atas berbagai peristiwa di sekitar kita. Think twice before you speak, because your words and influence will plant the seed of either success or failure in the mind of another. Baik dan buruk hasilnya adalah pilihan cara kita berpikir. Andai ada orang lain berkata buruk, maka hindarilah karena kalau buruk yang terjadi maka kitapun ikut bertanggungjawab.

Alangkah indahnya bila hanya pemikiran mulia dan kata kata yang mengundang hikmah yang selalu kita posting di fb, sebagaimana kita dekat kepada Allah. Baik baik selalu ya sayang..

 

(Sumber: Facebook Erizeli)

Friday, April 8, 2016 - 15:15
Kategori Rubrik: