Ex HTI Masih Bergerilya Susupi Umat Islam

ilustrasi

Oleh : Muhammad Rizal

Alhamdulillah banding HTI ditolak oleh PT TUN Jakarta Sept 2018, sehingga sah HTI bubar karena merupakan ormas terlarang, sama halnya dengan PKI. Jelang pemilu/pilpres ini kita diingatkan kembali agar selalu waspada sebab HTI tdk sendiri, ada parpol yg mendukung mereka spt: Gerindra, PAN, & PKS. Namun personil ex-HTI msh terus bergerilya, walau wadahnya dibubarkan hantunya msh gentayangan. Pd buletin jumatan “kaffah” yg diterbitkan oleh ex-HTI ini, edisi 068 bangga sekali bendera HTI mereka dikibarkan oleh peserta reuni 212 dg dalih bendera Tauhid.

Sebenarnya tdk ada bendera Nabi spt itu, sebab status hadis yg digunakan HTI sbg dalil tdk ada yg sampai derajat sahih mutawatir. Paling tinggi hasan, itu pun gharib. Sejarahnya ar-rayah & al-liwa jaman Nabi tanpa ada tulisan apapun. Logika sederhana saja, andaipun ada tulisan al-Quran jaman Nabi blm pakai tanda titik pd khat pra-Islam atau khat kufi, tdk spt dibendera HTI.

Sampai disini semakin jelas, tujuan reuni 212 bkn hanya sekedar ajang silahturahmi, tp kegiatan kampanye berbalut agama. Dilihat dr sisi pengasong khilafah, tujuan reuni 212 tsb bkn hanya sekedar kampanye ganti presiden, tp lbh lg yaitu kpd ganti sistem negara.

Diakhir tulisan pd buletin tsb menjelaskan bhw para pengasong khilafah ini akan menyiapkan aksi bela tauhid selanjutnya. Bahkan lbh jauh lg, yaitu: MENDORONG & MENUNTUT, mungkin dg kata lain MEMAKSA, penguasa utk menerapkan syariat Islam scr kaffah. Hal tsb perlu diwaspadai sbg upaya makar thdp Pemerintahan yg sah.

Mk kita sbg mayoritas umat Islam moderat berakidah Aswaja, yg meyakini Indonesia sbg darul-ahdi (negara kesepakatan) dg kalimatun sawa’ (konsensus) nasional yaitu Pancasila yg sama spt Piagam Madinah jaman Nabi, wajib menjaga & mempertahankan keutuhan NKRI. Hubbul wathan minal iman

Sumber : Status Facebook Muhammad Rizal

Monday, February 4, 2019 - 13:00
Kategori Rubrik: