Evaluasi Terhadap Surveilance Covid 19 di Indonesia

ilustrasi

Oleh : Nurul Indra

Kegiatan surveillance Covid 19 seharusnya dievaluasi, baik itu segi programnya, pelaksanaan, maupun hasilnya. Hal ini untuk mengetahui apakah kegitan surveillance ini efektif dan bermanfaat.

Surveillance Covid 19 adalah kegiatan (penelitian) mengumpulkan, analisis, interpretasi data kejadian penyakit Covid 19. Definisi penyakit Covid 19 dalam surveillance ini yaitu orang yang sampel swab spesimen di hidung dan tenggorokannya terdekteksi positif ketika diuji menggunakan PCR. Sedangkan definisi kematian Covid adalah kematian dengan penyakit Covid 19 atau ditandai dengan ARDS.

ARDS atau acute respiratory distress syndrome adalah gangguan pernapasan berat yang disebabkan oleh penumpukan cairan di alveoli atau kantung udara kecil di paru-paru. Gejala utamanya adalah sesak napas berat dan sulit bernapas.

ARDS sering disebabkan oleh penyakit kritis, sepsis, menghirup zat berbahaya, pankreatitis, tersedak muntahan atau kondisi nyaris tenggelam, pneumonia berat, cedera di kepala, dada, atau bagian tubuh lainnya, luka bakar, overdosis obat tidur atau antidepresan, menerima transfusi darah dengan volume darah yang banyak dll.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena ARDS adalah ketergantungan alkohol, berusia di atas 65 tahun, perokok, dan menderita penyakit paru-paru kronis.

Sejak surveillance Covid 19 dijalankan oleh WHO dan pemerintah Indonesia (dan negara-negara lain juga) , setiap harinya media memberitakan DATA MENTAH surveillance tersebut. Data mentah, karena belum diolah dan dianalisa, belum diinterpretasikan dan disimpulkan.

Tetapi media dan masyarakat memperlakulan data-data itu sebagai hasil surveillance yang sudah disimpulkan.

Sampai saat ini, belum ada penelitian yang mengevaluasi program surveillance Covid 19 itu sendiri. Mengevaluasi definisi operasionalnya, alat ukurnya, dan metodenya. Padahal, definisi operasional, alat ukur dan metode adalah hal krusial dalam sebuah penelitian, karena akan mempengaruhi data dan hasil.

Selain itu juga perlu dievaluasi target dan cara pencapaiannya.

Selain program, hal yang perlu dievaluasi dari program surveillance ini yaitu pelaksanaannya. Yaitu SDM nya, infrastrukturnya, proses pengumpulan datanya, dan hasilnya.

Berharap tim HEAL community mampu mengambil peran untuk melakukan evaluasi ini.

Sumber : Status Facebook Nurul Indra

Friday, September 11, 2020 - 11:00
Kategori Rubrik: