Evaluasi Rapid Test dan PCR Covid 19

ilustrasi

Oleh : Nurul Indra

Pengalaman sodara gw yang hasil Rapid Test antibodi (RT ab) di puskesmas berbeda dengan RT ab di lab swasta terkenal Pramita, seharusnya jadi bahan evaluasi pemerintah. Reaktif IgM menurut hasil dari puskesmas, tapi kok bisa sehari kemudian jadi non reaktif di lab Pramita. Aneh bukan?

Dimana salahnya kok bisa berbeda? IgM tidak masuk akal hilang dalam sehari tanpa muncul IgG bukan? Hasil RT mana yang salah? Puskesmas atau lab Pramita?

Jika yang salah adalah lab Pramita, itu lab swasta terkenal loh. Lab bonafide, gak murah juga biayanya. Masa iya lab Pramita seceroboh itu? Trus berapa orang yang sudah uji RT di lab Pramita untuk ijin perjalanan? Kalau hasilnya salah gimana? Bisa diselidiki dan dituntut loh itu lab Pramita.

Tapi jika yang salah adalah Puskesmas, maka puskesmas seharusnya klarifikasi. Kasian itu lab Pramita bisa gak dipercaya konsumen. Merugikan loh, lab Pramita bisa tuntut Puskesmas kalau gak klarifikasi.

Apalagi puskesmas sepertinya gak percaya. Tetap maksa sodara gw untuk swab PCR. Dua pihak dirugikan, sodara gw dan lab Pramita. Dimana tanggungjawabnya?

Kemaren sodara gw d datangi tim yang terdiri dari polisi, tentara, dan nakes puskesmas. Bikin heboh, kayak pelaku kriminal aja

Kalau hany menjalankan prosedur, maka prosedurnya yang harus dievaluasi. Apa yang diharapkan dari gaya birokrasi semacam itu?

Hal ini selayaknya juga jadi bahan evaluasi pemerintah, apakah hasil RT ab massal selama ini valid? Di mana salahnya? Apakah RT kitnya atau cara ambil sample darahnya?

Di puskesmas, sodara gw diambil sampel darah secara finger prick (tusuk jari). Apakah yakin tidak ada kontaminasi pada sarung tangan atau jarum?

Di lab, pengambilan sampel darah melalui vena. Kalau dilakukan di test massal mungkin memakan waktu lebih lama.

Gw jadi kepikiran. Jangan² kejadian yang dialami sodara gw ini bukan pertama kalinya. Bahkan banyak.

Gimana kalau yang mengalami adalah masyarakat awam dan miskin? Hanya bisa panik, gak tau harus cari info ke mana, gak ada duit buat RT ulang ke lab atau RS bonafide.

Mending cuma panik. Kalau kepanikannya justru bikin imunnya turun, terserang bakteri atau virus lain yang mematikan. Atau bikin tetangganya takut trus diusir.

Gak usah deh lu bilang jangan panik, tetap tenang, dan bego²in tetangga yang ngusir itu kalo lu aja masih berpikiran dan berkoar² ini virus baru yang belum ada obat dan vaksinnya, sangat menular, menular lewat udara, bahaya buat yang rentan, merusak pary jantung ginjal. Kalo lu berpikir seperti itu, ya wajar kalo tetangganya takut dan ngusir orang yg reaktif. Apalagi lu yakin banget kalo hasil RT ab valid untuk mendeteksi infeksi covid 19.

Dengan ini, hasil swab PCR pun bisa salah. Bisa saja alat terkontaminasi, terbaca ada virus alias positive padahal hanya terpapar. Lalu terhitung jadi jutaan orang positive tanpa gejala yang mampu menakut²i masyarakat dan melumpuhkan ekonomi.

Sumber : Status Facebook Nurul Indra

Wednesday, July 15, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: