Ethopia, China dan Indonesia

ilustrasi

Oleh : Asraf Husin

Sekali lagi ttg negara Ethiopia secara singkat, dinegara kita Indonesia sebagian politikus busuk dan sebagian masyarakat kampretnya menyerang Presiden Jokowi dgn " China ", perusahan China menguasai Indonesia, pekerja China, sampai kemarin Presiden Jokowi meresmikan Pabrik Mobil ESEMKA dan mereka bilang itu mobil China.

Mereka sengaja memframing negara China sbg monster yg menakutkan bagi bangsa Indonesia.
Tetapi semua ini bertolak belakang dgn negara Ethiopia, Ethiopia rakyatnya menganut beberapa agama seperti Islam, Kristen dan agama tradisional, negara Ethiopia yg dulu miskin dan kelaparan sekarang telah menjadi negara yg maju , tahun ini saja tingkat pertumbuhan ekonomi Ethiopia sebesar 8,5% melampaui China yg 6,5% , dan selama satu dekade terakhir Ethiopia memiliki rata2 pertumbuhan 10% , mengapa negara Ethiopia bisa maju ekonominya ?

Semua itu karena kerja sama dgn negara China, negara Ethiopia memandang China sbg pusat kemajuan ekonomi dunia, baik itu ekonomi, industri dan tekhnologi, maka dari itu Ethiopia bekerjasama dgn China secara besar2an, China membantu pembangunan Apartemen baru yg modern, sistem transportasi kereta api yg bagus, bendungan raksasa utk pembangkit listrik tenaga air, koneksi Rel berkecepatan tinggi, pembangunan infrastruktrur secara besar2an dan semuanya itu dibangun oleh China , apakah masyarakat Ethiopia tdk suka dan melarang pemerintahnya bekerja sama dgn China ? tidak, justru masyarakat Ethiopia mendukung.

Apakah pelajar Ethiopia yg sebagian beragama islam itu sibuk seperti sebagian pelajar/mahasiswa di Indonesia ingin membuat negara khilafah ? tidak, teryata pelajar muslim di Ethiopia sibuk dgn Sains, mereka mendorong pemerintahnya utk terus memajukan Sains, mereka ingin negara mereka menjadi pusat sains di Afrika dan bukan negara khilafah.

Secara fakta dan data negara Ethiopia menjadi sgt maju setelah bekerja sama dgn China dan Israel , israel dlm bidang pertanian.
Tetapi menjadi terbalik, dinegara kita Indonesia oleh politikus busuk dan masyarakat kampret malah China diframing sbg monster yg menakutkan.

Apakah di Ethiopia masyarakatnya menolak kerjasama dgn Israel dlm bidang pertanian ? justru masyarakat Ethiopia berterima kasih kpd israel karena pertanian mereka bisa sgt maju.

Presiden Jokowi ingin investasi sebesar2nya masuk kenegara kita Indonesia dan itu cara berfikir yg benar menurut saya, investasi sbg peningkatan perekonomian negara, akan banyak menyerap tenaga kerja Indonesia, juga sbg transfer tekhnologi, tetapi kaum kampret ini tetap tdk peduli mereka lebih sibukan negara khilafah.
Maka dari itu wajar jika Presiden Jokowi menjadi sangat kesal karena 33 perusahaan di Tiongkok keluar ( direlokasi kenegara lain ), dari 33 perusahaan tsb tdk ada satupun yg ke Indonesia, 23 ke Vietnam, 10 ke Kamboja, Thailand dan malaysia . mengapa tidak mau ke Indonesia ?

Karena mungkin ketenangan dikita agak rendah, demo buruh, belum lagi demo2 bela agama, belum lagi mereka berteriak2 anti China, pekerja China.
Yang jelas di Vietnam tidak ada gerakan Khilafah, sehingga investor menjadi tenang.
Jika seperti ini jgn harap negara kita akan banyak investor dan bisa maju.

Amerika saja tidak mampu menaklukan China, negara kita tidak memerlukan khilafah, tetapi yg diperlukan negara kita adalah kerja sama antar negara dgn saling menguntungkan, salah satunya adalah dgn China dan ini fakta.

SALAM DAMAI.

Sumber : Status Facebook Asraf Husin

Wednesday, September 25, 2019 - 10:30
Kategori Rubrik: