Ethanol Haram?

ilustrasi

Oleh : Muhammad Jawy

Kekeliruan paham tentang issue alkohol, ethanol, khamr, ini memang kadang masih terjadi di kalangan para pengajar agama, sehingga ketiganya sering dicampuradukkan.

Kalau yang ini UAS keliru menyebut ada alkohol yang dibuat dari babi. Maka saya sempat menjumpai beberapa ustadz yang mengharamkan mutlak ethanol karena dikiranya ethanol=khamr, padahal tidak.

Dulu saya cukup sering berdebat dengan anggota HTI, yang mengikuti tulisan salah satu tokohnya M Sidiq Al Jawy, yang kurang lebih ethanol haram/ tidak boleh digunakan untuk keperluan apapun, karena dianggap khamr dan najis.

Untungnya semakin kesini, semakin banyak tulisan yang menjelaskan kekeliruan penyamaan ethanol=khamr itu. Termasuk diantaranya penjelasan dari MUI yang lebih didukung fakta ilmiah, ketimbang pendapat Sidiq Al Jawy yang tampaknya kurang memahami seluk beluk ilmu kimia.

Sempat membuat heboh, karena dokter pun ada yang mencoba mengganti penggunaan ethanol di ruang prakteknya, karena mengiranya haram.

Sekarang sebenarnya jarang saya dengar yang demikian, namun poinnya adalah penting sekali para guru agama untuk memahami seluk beluk alkohol, ethanol, khamr, sehingga tidak membingungkan umat yang diajarnya.

Ethanol adalah zat yang amat penting bagi peradaban kita, baik di industri kimia, kosmetik, antiseptik, dll. Jangan sampai salah pengetahuan, membuat orang jadi keliru mengambil keputusan.

Sumber : Status Facebook Muhammad Jawy

Friday, August 23, 2019 - 09:00
Kategori Rubrik: