Esemka Jiplak?

ilustrasi

Oleh : Aldie El Kaezzar

Ya, biasa aja kalo soal copy paste di dunia otomotif. Dunia teknologi rata2 begitu cara kerja awalnya, mulai dr copas, modif sana sini sampai akhirnya bisa bikin sendiri.

Proton itu awal produknya dibuat tahun 1985 ya copas dr Mitsubishi. Proton Saga itu rebadge dr Mitsubishi Lancer. Dan perlu waktu sampai tahun 2000 sebelum Proton keluarkan Waja yg merupakan desain sendiri. Ya, setelah 15 tahun. Campro, mesin keluaran Proton sendiri baru bertelur tahun 2004, ini pun hasil kolaborasi dgn Lotus, bukan jalan sendiri. Jadi, apa yg aneh?

Ga cuma Proton, pindah ke Eropa? Boleh. BMW itu awalnya jg comot, rebadge. Awal jualan mobil di 1928, BMW akuisisi Fahrzeugfabrik Eisenach. Mobilnya ambil Dixi, yg didesign Austin Motor, dijual sebagai BMW model 3/15. Baru thn 1932 akhirnya BMW buat desain dan mobil pertamanya. Jadi bahkan yg sekelas BMW pun masih perlu waktu.

Masih kurang? Pasti tau Toyota kan? Nasibnya sama. Copas. Tahun 1935 waktu pertama kali luncurin produk, enginenya ngambil dr Chevrolet, chassisnya dari Ford dan body dari Chrysler, DeSoto. Rebadge. Waktu itu Toyoda, foundernya, berpikir perlu waktu tahunan untuk menyiapkan pabriknya, sementara ia menilai desain DeSoto waktu itu melampaui zamannya, jd sementara ia siap2, model produknya ga akan "basi" dalam waktu dekat. Sesederhana itu.

Jadi dari sekelas Proton yg cikal bakalnya dimulai dr proyek nasional yg didukung negara, sekelas produsen mesin pesawat kenamaan BMW sampai produsen otomotif yang disebut2 nomor 1 dunia, Toyota, semua memulai langkahnya dengan strategi yg sama, copy paste.

Lalu Esemka lahir dinyinyir hanya karena mirip mobil pabrikan China? Beruntungnya dulu Proton, BMW dan Toyota lahir belom ada netijul alias netijen julid.

Terlepas nanti bakal seperti apa Esemka, entah bisa mengikuti Proton atau malah bernasib seperti Timor, Esemka sudah membuat 1 langkah maju. Paling tidak ada tempat tambahan bagi tenaga kualifiaksi SMK untuk berkarya. Ada tambahan lapangan kerja untuk ratusan orang, jd tumpuan hidup untuk sebagian orang.

Komponen lokal pun sudah lumayan banyak dipasok dr dalam negeri, ini kan awalan yg bagus. Chassis dan bak mobil Esemka Bima diproduksi PT Industri Kereta Api (INKA). Blok mesin dan blok transmisi dibuat PT Cikarang Persada Manufacturing. Dashboard dan setir (PT Usra Tampi), Radiator (PT Tokyo Radiator Selamat Sempurna), Kaca Depan (PT Armada Indah Agung Glass), Ban (PT Gajah Tunggal), Bak/Kargo (ACC Bawen Karoseri dan PT INKA), Pelumas (Pertamina). Oil filter dan Fuel Filter dibuat oleh PT Selamat Sempurna, Accu (PT Nippress Energi Otomotif), Air Filter (PT Duta Nichindo Pratama), Knalpot (Catur Karya Manunggal), Jok (Bawen Karoseri), Starter Assy (Fuller Autoparts Indonesia), Per Daun (Indospring), Shock Breaker (Samudra Luas Paramacitra), dan masih banyak lagi.

Waktu ada PHK, protes negara ga becus urus lapangan kerja. Giliran ada PT baru, kemunculannya dinyinyir. Waktu belum ada wujudnya, dibilang hoax. Sudah ada wujudnya, dicela meniru. Nanti sudah buat desain sendiri entah apalagi alasannya? Bikin macet? Pencemaran? Kemahalan? Jadi maunya seperti apa?

Pilpres sudah usai. Mencela Esemka ga akan membuat pelantikan Jokowi batal. Ga. Silakan beri kritik atau saran. Tapi bukan yg seperti ini. Percayalah, jangankan sekelas otomotif, disuruh merakit Tamiya pun belum tentu semua orang bisa. Apalagi kalo ga pake (punya) otak.

Sumber : Status Facebook Aldie El Kaezzar

Saturday, September 7, 2019 - 14:15
Kategori Rubrik: