Esemka Itu

ilustrasi

Oleh : Riza Iqbal

Apa yg paling mahal dari sebuah produksi kendaraan?
Jawabnya "design dan research"

Dari disain dan research itu, pabrik mobil melakukan kajian2 tentang hasil akhir bagaimana kendaraan itu nanti.

Disain mesin akan menentukan bagaimana performa kendaraan, kebutuhan BBM dsb. Desain body, selain model dan stylist, akan menentukan berat kendaraan, hambatan angin, body roll dsb.

Jadi desain kendaraan tidak seperti sulap, coret2 di computer, rakit terus jual. Perlu waktu bertahun2 untuk membuat kendaraan dari 0.

Lihat saja varian kendaraan yg sudah laku dipasaran, semuanya mirip, Toyota Rush mirip Daihatsu Terios, Toyota Avanza mirip Daihatsu Xenia, Suzuki Carry mirip Mitsubishi Colt T. Itu semua karena pabrikan ingin menekan biaya desain dan produksi.

Bagi pelaku industri kendaraan mungkin mengenal tentang mesin Press atau Stamping, mesin untuk membuat bagian2 body seperti pintu, tutup mesin, atap dsb. Untuk membuat itu mesin2 tadi butuh support yang dinamakan Dies, sebuah material besi keras untuk membentuk kontur body part. Jika yg akan dibentuk atap, maka luas penampang dies akan sebesar atap itu juga bahkan lebih. Beratnya bisa lebih dari satu ton.

Selain itu, dibutuhkan mesin press high performance untuk prosesnya. Karena mesin itu sangaaatt mahal, tidak semua pabrik industri manufactur memilikinya. Yg gw tau, di Indonesia hanya ada beberapa pabrik yg memiliki mesin tersebut dan tidak semua pabrik mobil punya. Banyak pabrik perakitan kendaraan menggunakan jasa vendor untuk membuat body part.

Jadi gk perlu nyinyir jika mobil Esemka bodynya mirip dengan mobil Cina. Bisa saja Esemka membeli Dies dari Cina untuk menekan biaya produksi.

Begitu juga mesin, ada banyak mobil menggunakan mesin yg sudah ada dipasaran industri otomotif. Proton menggunakan mesin Mitsubishi, Mazda pakai mesin Ford, Ssangyong pakai mesin Mercedes Benz, itu wajar dan lumrah di dunia otomotif.

Pada awalnya, Esemka menggunakan mesin Twincam 16 valve 4 silinder segaris 1500cc dengan sistem Multi Point Electronic Fuel Injection atau sering disingkat MPI EFI. Mesin type ini dulu digunakan Timor atau KIA Sephia.

Mesin tersebut digunakan karena saat proyek Esemka berjalan tahun 2009, PT Autocar Industri Komponen yg dulunya bernama Timor Putra Nasional milik Tommy Soeharto, menjadi mitra kerja proyek Esemka ini.

Jadi gitu ya dul, sebelum lu nyinyir sampai akhir khayat, pahami dulu gimana industri otomotif dunia dan industri otomotif dalam negeri. Bikin somay aja lo harus beli tepung dari warung, beli bumbu dari tukang sayur, ikannya mungkin nyolong dari empang tetangga.
Ribet kan?

Sumber : Status Facebook Riza Iqbal

Saturday, September 7, 2019 - 14:30
Kategori Rubrik: