Es Em Ka

ilustrasi

Oleh : Zainudin

Dalam dunia bisnis, tidak ada yang baru atau muncul produk yang benar-benar baru, tanpa ada kemiripan dengan produk yang lama. Mayoritas ketika merintis bisnis, pengusaha. Menerapkan prinsip ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Sebatas itu saja. Karena semua produk yang ada, nyaris sudah ada pemainnya.

Maka ketika akan memulai bisnis yang corenya di basis produksi, cara yang ditempuh ya pakai diatas, menjiplak dengan modifikasi. Ada juga yang jiplak plek, tanpa modifikasi. Tapi ini berbahaya, bisa kena tuntutan hukum. Kecuali jiplakan ini didukung oleh kebijakan negara atau dilindungi negara, aman dan tidak masalah. Setidaknya ini yang dilakukan oleh China ketika membangun industrinya.

Ada cara lain, kolaborasi dengan produsen yang sudah ada. Kolaborasi ini menghasilkan produk yang sama, tapi memunculkan merk berbeda. Contoh mobil China Wuling yang baru-baru inu beredar. Itu hasil kolaborasi perusahaan China dengan GM Amerika Serikat.

Nah, ada juga kombinasi dari kedua cara tersebut, ya jiplak ya kolaborasi. Dua-duanya dilakukan serentak. Ini dilakukan oleh perusahaan China yang membuat produk smartphone. Awalnya mereka menjadi hanya manufaktur perusahaan besar yang sudah ada. Setelah merasa cukup faham mereka jiplak membuat produk sendiri. Dan sekarang mereka mampu mengalahkan juragan mereka yang memberi order.

Dengan ilustrasi di atas, soal mobil Esemka ya masih standar dalam prosesnya. Ketika membangun rintisan produk, seperti yang biasanya dilakukan oleh para pebisnis, ATM atau kolaborasi. Kalau mirip dengan produk lain, barangkali ia meniru strategi produsen Wuling, yang produknya mirip milik GM. Barangkali memang ada kerjasama dengan produsen lain di China sana.

Investasi perusahaan mobil tidak murah dan rumit, kalau ingin memproduksi mobil yang benar-benar baru, tanpa kerjasama dengan produsen yang ada, prosesnya lama. Barangkali malah mati sebelum berkembang. Biaya risetnya tidak sedikit, apalagi riset dari 0. Siapa yang kuat memodalinya? , saya kira tidak akan ada sanggup. Sebab perusahaan sekarang yang sudah mapan, risetnya sudah puluhan tahun, disamping penjualan.

Kalau bagi saya, sama sama bisnis rintisan otomotif, kenapa tidak lompat ke tren mobil listrik. Sebab ke depan, mobil listrik akan menjadi tren..... Bukan mobil pelahab BBM.... Dan China sudah mengarah ke sana.... Atau kita akan ketinggalan lagi?

Sumber : Status Facebook Zainudin

Sunday, September 8, 2019 - 14:00
Kategori Rubrik: