Erik Dan Amin Mendayung Perahu Jokowi

Ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Tampilnya Erick Tohir sebagai ketua tim pemenangan Jokowi tidak disangsikan lagi ditujukan untuk meraih pemilih milenial. Generasi muda gaul dan metropolis yang bertaburan diseluruh penjuru negeri. Coba lihat data ini.

Data Kementerian Dalam Negeri menunjukkan pemilih muda berusia 17-38 tahun mencapai 55 persen dari jumlah total pemilih pada Pemilu 2019. Jumlah pemilih pemula dan muda mencapai 17 juta dengan pemilih pemula 7 juta.. Total 79 juta.

Jika rentangannya diperlebar sampai usia 40 tahun, maka jumlah pemilih generasi milenial menjadi 100 juta. Atau 65 persen jumlah pemilih.

Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) yang diserahkan Kemendagri kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan ada 196,5 juta orang yang dipastikan memiliki hak memilih dalam Pemilu 2019.

Data pemilih 2019 tersebut terdiri atas pemilih laki-laki 98.65 juta dan perempuan 97.88 juta.Sementara itu, daerah dengan pemilih terbanyak antara lain Jawa Barat ( 31,3 juta) disusul Jawa Timur ( dengan 31,3 juta), Jawa Tengah (27,5 juta), Sumatra Utara ( 10,7 juta) dan DKI Jakarta ( 7,9 juta ).

Komposisi demografi ini dibaca dengan cerdas oleh tim Jokowi. Eric Tohir lahir 30 Mei 1970 atau 48 tahun dan dikenal sebagai pengusaha muda yang kaya raya. Dia dipasang Jokowi untuk meraih suara kalangan muda yang jumlahnya 100 juta. Dan keberhasilan konglomerat muda dan Muslim pulak di Asian Games yang begitu memanjakan selera anak muda akan menjadi senjata Eric Tohir merampungkan tugasnya.

Sementara itu Maruf Amin akan merangkul kalangan Islam dari berbagai kalangan sekaligus nengibarkan paham Islam yang toleran dari kalangan muda hingga tua. Karismanya sebagai kiyai tidak diragukan lagi akan menarik suara di kalangan pesantren termasuk para santrinya.

Dengan dukungan penuh NU, Maruf Amin akan mendesak kalangan Islam sumbu pendek ke ceruk sempit. Para penceramah dobol yang sebar fitnah pakai ayat akan sangat frustrasi, ocehannya diabaikan banyak orang dan jumlah penggemarnya tidak bertambah alias dia lagi dia lagi.

Mereka yang jualan ayat berbalut kemunafikan akan mati angin karena untuk menyerang Maruf Amin berarti bunuh diri. Para penceramah dobol dan gerombolannya akan merasa mulutnya perih bak kena sariawan menyaksikan ruangnya semakin sempit dan sumpek.

Sementara dibarisan Jokowi, anak muda dan generasi milenial termasuk orang tuanya bergembira dengan kehadiran Eric Tohir dan berangkulan dengan Maruf Amin.

Belum lagi jika Ahok bisa jadi tampil ditengah perjalanan yang pasti makin membuat gegap gempita sebagian besar pemilik suara untuk tanpa ragu memilih Jokowi.

Dan Jokowi cukup bergoyang dayung yang ternyata diikuti banyak kaum muda dan emak-emak gaul bukan emak-emak bego yang jadi tunggangan gerakan somplak ganti presiden.

Kedepan, kita mungkin bisa pastikan goyang dayung bakal jadi icon kampanye Jokowi. Seperti video di tiktok ini.

Yang membuat kubu Prabowo makin grogi setengah mati karena isu SARA tidak laku lagi apalagi anak muda terus mendekati Jokowi dengan goyang dayungnya yang epic sekali..

Yo.. yo .. Ayo.. meraih bintang.. pa
Pak Jokowi menang..

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan

Friday, September 14, 2018 - 22:00
Kategori Rubrik: