Erick Tohir Presiden 2024 Yang Dipersiapkan Jokowi?

Erick Thohir adalah contoh nyata kisah sukses putra bangsa Indonesia di kancah dunia. Erick Thohir adalah tokoh visioner yang akan menyumbang keahlian yang dibutuhkan oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin pada Pilpres 2019. Erick Thohir telah terlatih menghadapi hal-hal sulit, dan dia mampu hadir dengan solusi kreatif dan efektif. Pengalamannya memimpin organisasi dan kegiatan yang bukan berbasis politik membuatnya tidak terikat dengan kepentingan parpol manapun. Erick Thohir memiliki kemampuan mengelola yang sangat mumpuni, termasuk mengelola massa yang besar dari berbagai latar belakang.

Oleh : Stefanus Toni Aka Tante Paku

Ketika Jokowi disepelekan dengan hanya melihat bentuk fisiknya yang tinggi kerempeng itu, dan memandang rendah kemampuan politiknya, disitulah letak kekuatannya Jokowi untuk membuat mereka terperangah dengan strategi politiknya yang penuh gerak langkah mengejutkan lawan.

Semenjak menjadi KAPTEN kapal besar bernama Indonesia ini, awalnya terlihat gamang, bimbang, dan lelah melihat persoalan Indonesia yang demikian RUWETNYA, segala sektor sudah dikuasai "MAFIA" hingga perekonomian Indonesia lambat bergerak naik, sementara rakyat disuapi SUBSIDI hingga terlena tanpa daya, kreatifitasnya tumpul tak lincah berinovasi. 

Masuk ke Istana pun seperti TIDAK PUNYA KAWAN dan TIDAK TAHU LAWANNYA, terasa sendirian di gedung megah itu, siapa yang bisa dipercaya, siapa yang musuh dalam selimut pun tidak diketahuinya, semua terasa sunyi namun menyeramkan. Ia hanya bisa duduk bersandar di kursi seperti tak punya daya, ternyata berat sekali menjadi Presiden Republik Indonesia yang "Kacau Balau" dalam banyak peraturan yang telah dibuat dan dijalankan para "PEJABAT KORUP" di negeri ini.

Namun Jokowi mempunyai kemampuan untuk BERADAPTASI dalam segala lingkungan dengan cepat. Ia pun tak punya pamrih dalam mengemban amanat rakyat ini. Jokowi ingin setiap perbuatan tidak berdasarkan pamrih apa-apa, tetapi berdasarkan CINTA KASIH. Cinta kasih terhadap sesama manusia, kepada rakyat negeri ini. Cinta kasih ini yang menghapus semua kebencian nafsu, cinta kasih ini yang menumbuhkan perasaan tanggung jawab dan kewajiban untuk menolong sesama manusia yang membutuhkan pertolongan. Dan sebagai Presiden ia harus BISA memberikan OPTIMISME kepada rakyat Indonesia.

Apa yang dilakukan Jokowi sebagai Presiden karena didorong cinta kasih yang merupakan kewajiban dalam kehidupan ini, maka dari itu tanpa pamrih. Cinta kasih membuat setiap perbuatan tidak bermaksud untuk kesenangan diri sendiri. Cinta kasih dalam batin merupakan pohon yang akan memberikan bunga dan buah. Bunga dan buahnya itulah yang akan memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Bunga dan buahnya itu adalah segala sikap dan perbuatan yang baik kepada siapa saja.

Dengan dasar itulah Jokowi pun melakukan PENERTIBAN di semua lini, dengan segala risiko yang berat, semua mafia yang bercokol di banyak wilayah pun dibabat , di darat dan di lautan semua disikat. Dari Petral hingga Freeport diobrak-abrik demi memberikan keuntungan masa depan rakyatnya yang lebih baik.

Mereka yang mengatakan Jokowi PLONGA PLONGO pun MELONGO bin BENGONG sendiri dengan keberanian si kerempeng ini. Yang tidak benar disikat dan dibenerin, pembangunan yang kelak dibutuhkan rakyat pun dibangun dengan cepat dan diawasi ketat!

Hingga Presiden Jokowi dikenal sebagai :

1. Sang Penggebuk Mafia. 
2. Sang Pembubar Musuh Pancasila. 
3. Sang Pengejar Ketertinggalan Infrastruktur. 

#2019TetapJokowi

Jelang Pilpres 2019 ini pun Jokowi sudah menata strateginya dengan cantik, posisi sebagai calon incumbent rawan diserang dari berbagai penjuru, namun Jokowi pun mampu mengacak acak lawannya dengan indahnya hingga membuatnya tak gentar sebagai calon incumbent yang dibidik dengan mudahnya itu.

Dari mulai memilih cawapres hingga ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin pada Pilpres 2019, dilakukan dengan perhitungan yang matang untuk saat ini dan nanti.

Memilih Cawapres SEPUH Prof. KH Ma'aruf Amin yang dianggap "BIANG KEROK" Ahok masuk bui itu pilihan Jokowi yang penuh perhitungan matang. Tidak harus mendendamnya saat KAWAN seperjuangnnya di DKI masuk bui, justru merangkulnya dengan PENUH CINTA KASIH dan menempatkannya pada posisi yang terhormat, bukan memusuhinya. Sebab beliau walau sudah masuk MANULA tapi masih berguna bagi bangsa dan negara.

Setiap orang pasti mempunyai sesuatu yang dapat digunakan untuk membahagiakan orang lain. Dan semua perbuatan itu merupakan buah dari cinta kasih yang tumbuh subur dalam hati sanubarinya. Mereka yang tidak memiliki apa-apa masih tetap dapat melakukan sesuatu demi kebahagiaan orang lain, yaitu sikap yang ramah dan manis budi. Senyum ramah, pandang mata yang tulus, ucapan yang lemah lembut, bukankah sikap ini dapat menyenangkan dan membahagiakan hati siapa saja? 

Dan pilihan Cawapres Jokowi pun diterima banyak rekan koalisinya maupun rakyat, bahkan lawan politiknya pun bungkam seakan tak percaya dengan pilihannya Jokowi itu. Satu serangan balik dari Jokowi sudah membuat lawannya kelimpungan dan kebingungan. Politik agama yang mereka akan pergunakan sudah dilucuti senjatanya sebelum perang dimulai!

Ketika Prabowo memilih Sandiaga Uno sebagai Cawapresnya, dengan pertimbangan PUNYA MODAL, muda dan bisa diandalkan merangkul generasi millenial, Jokowi pun sudah mempersiapkan untuk menghadapinya yaitu ERICK THOHIR sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional Pilpres 2019 yang mempunyai rekam jejak cukup mentereng sebagai generasi millenial itu.

Sekali lagi LAWAN Jokowi terduduk lesu, lemah tanpa daya, hanya mampu melakukan perlawanan semampunya. Isu-isu SARA mungkin yang tersisa sebagai senjatanya, tapi apakah itu berguna? Atau malah membuat RAKYAT MUAK dengan permainan politik semacam itu?

Bahkan orang mungkin tidak mengira kalau ERICK THOHIR sedang dilatih, dididik di kawah Candradimuka Politik oleh Presiden Jokowi untuk dipersiapkan sebagai penggantinya kelak. Begitulah terawangan spiritual saya pada malam sunyi di Makam Sri Makurung Handayaningrat pada malam Suro kemarin.

Salam Indonesia Millenial!

#2019TetapJokowi

Wednesday, September 12, 2018 - 22:15
Kategori Rubrik: