Erick Thohir, The Next Jokowi 'Kerja..Kerja.Kerja"

Oleh : Abdul Munib

Kita kenal Jokowi sebagai Sang Penggebuk Mafia. Sang Pembubar Musuh Pancasila. Dan Sang Pengejar Ketertinggalan Infrastruktur. 
Hidup susah di jaman dia, kata para mafia. Jancuk dia, sekarang busur kami tak menjangkau Pancasila, kata HTI. Sialan dia tetap tegar walau panah fitnah kami hunjamkan pada dirinya, kata PKS.

Pukimat dia merusak pasaran, terlalu banyak sekali yang dikerjakan. Bikin tambah sulit jadi presiden Indonesia karena rakyat standarnya naik, kata para ambisius jabatan tertinggi.

Untuk jadi negara maju Indonesia membutuhkan generasi jamannya yang unggul, bersih, karaktet pelayan bangsa bukan aji mumpung, orang yang sudah selesai hasrat ekonomisnya karena untuk makan harta yang ada saja udah kebingungan saking banyaknya. Dan punya tenaga kuat untuk memajukan bangsa. Generasi yang tak mengenal kamus curang untuk menang dalam kompetisi. Generasi yang akrab dengan logika dan perhitungan matang.

Jokowi bukan tipikal pemelihara anak emas. Dia adalah penjelmaan dari makna survivalitas dalam bentuk manusia. Kita bisa, itulah dua kata yang fasih ia katakan dalam bentuk kerja ratusan bendungan, ratusan kilometer jalan, bandara dan pelabuhan. Dimana tujuan Sila Kelima kini memiliki navigator yang meyakinkan bagi rakyat bangsa ini yang nyaris putus harapan. Jokowi adalah terbitnya fajar harapan bangsa ini. Dan ia menunjuk ke arah poros Pancasila sebagai pusat revolusi bangsa ini. Ia memberi isyarat pada Presiden Inter Milan untuk Next Presiden.

Angkringan Filsafat Pancasila

 

Sumber : facebook Abdul Munib

Wednesday, September 12, 2018 - 09:45
Kategori Rubrik: