Erick Thohir dan Bayang-bayang Kesuksesan Asian Games 2018

Oleh : Rudi S Kamri

Kali ini saya tidak membahas penuh puja-puji terhadap Erick Thohir yang tgl 7 September 2018 telat diumumkan Jokowi menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) JKW - MA. Karena sudah terlalu banyak orang yang mengulasnya.

Secara pribadi saya bahagia dan optimis dengan terpilihnya laki-laki profesional kelahiran 30 Mei 1970 ini. Tangan emasnya sudah terbukti sukses menangani apa saja. Group Mahaka miliknya sudah merambah kemana-mana. Mulai dari media sampai ke periklanan. Erick Thohir juga dikenal orang suka olahraga. Bahkan sampai saat ini dia tercatat sebagai pemilik beberapa klub olahraga seperti Mahaka (basket), Inter Milan dan DC United (sepakbola). Dan yang paling gresss baru saja Erick Thohir sebagai Chairman INASGOC yang sukses besar menyelenggarakan Asian Games 2018.

Pertanyaannya, bisakah seorang Erick Thohir mengulang sukses seperti di INASGOC saat memimpin TKN JKW - MA ?

Secara harapan, saya ingin menjawab BISA !!!
Tapi secara realitas harus jujur saya katakan itu sangat tidak mudah. Mengapa tidak mudah ?

Pertama :
Organisasi TKN JKW-MA ini dibuat dengan sistem normatif akomodatif BUKAN BERDASARKAN KEBUTUHAN. Sebagai contoh TKN JKW-MA terpaksa mengakomodasi semua Ketua Umum Partai Pengusung menjadi PENASEHAT dan Sekjennya menjadi Sekretaris dan wakil-wakil sekretaris. Kualified kah mereka di posisi itu ? Belum tentu.

Kedua :
Personalia TKN JKW-MA sudah komplit diisi sebelum Erick Thohir datang. Dan mayoritas diisi oleh orang partai. Padahal secara riil saya MENYANGSIKAN mesin partai akan bekerja optimal dalam Pilpres 2019, karena pada saat yang bersamaan mereka sibuk mengikuti Pemilihan Legislatif baik tingkat II sampai tingkat Pusat. Saya meyakini mereka akan sibuk sendiri memenangi Pileg dan otomatis kepentingan Pilpres akan terbengkalai. Yang saya prediksi justru mereka yang akan menumpang ketenaran dan kesuksesan Jokowi bukan sebaliknya.

Dari 2 hal tersebut saya menyarankan agar Jokowi memberikan otoritas penuh kepada Erick Thohir untuk melakukan :

1. Membongkar ulang struktur organisasi TKN JKW-MA sesuai dengan kebutuhan dan sesuai dengan platform 'The Winning Team' yang diinginkan Erick Thohir.

2. Memperbanyak personel dari Organ Relawan dan kaum Profesional dalam kepengurusan TKN JKW-MA karena sejatinya orang-orang dari Organ Relawan dan kaum profesional lah yang akan menjadi motor penggerak utama mesin kemenangan Jokowi. BUKAN ORANG PARTAI.

3. Memberikan porsi yang lebih besar kepada unsur Perempuan dan anak muda (milenial) dalam TKN JKW-MA. Karena 2 golongan ini yang menjadi tumpuan harapan penambahan suara untuk Jokowi-MA. Mereka adalah kelompok 'grassroot influencer' yang secara masif bisa diharapkan untuk menarik suara dari 'swing voters' dan 'undecided voters' yang besarnya saat ini sekitar 30%.

4. Jangan beri kesempatan kaum tua di Dewan Pengarah dan Penasehat ikut campur secara teknis dalam merancang strategi perang. Entah mengapa saya SANGAT MENYANGSIKAN loyalitas Ketua Dewan Pengarah TKN JKW-MA. Maafkan kalau saya salah.

Untuk strategi kampanye saya sangat yakin Erick Thohir adalah jagonya. Dia pasti sudah punya jurus ampuh untuk memenangkan peperangan bukan sekedar menang di medan pertempuran. Dan di sisi lain mudah-mudahan Erick Thohir juga punya strategi untuk meredam berbagai kepentingan KAUM BUNGLON yang ada di TKN JKW-MA. Jangan sampai strategi perang yang telah digodok dan direncanakan dengan mudah dibocorkan ke pihak lawan karena saya menduga ada oknum "musang berbulu domba bermulut ember" yang sedang duduk manis di TKN JKW-MA.

Memang benar, medan peperangan di kampanye Pilpres ini berbeda dengan medan kesulitan di INASGOC. Mengurus atlet dunia yang punya etika dan profesionalisme itu jauh lebih mudah dibandingkan mengurus para politikus yang kebanyakan tidak punya adab, etika dan suka menghalalkan segala cara.

Mudah-mudahan Erick Thohir dalam TKN JKW-MA punya komandan pasukan tempur yang hebat selevel Wishnutama, Adi MS, Denny Malik atau Eko Supriyanto yang mau bekerja dengan hati dan sangat profesional. Jangan pernah mengandalkan orang-orang yang bekerja karena motivasi mengejar jabatan di pemerintahan atau komisaris BUMN.

Selamat bekerja Bung Erick Thohir.
Ratusan juta rakyat Indonesia mendukungmu dalam aksi maupun dalam doa. GBU 

Salam Satu Indonesia,
 

Sumber : Facebook Rudi S Kamri
Sunday, September 9, 2018 - 18:45
Kategori Rubrik: