Erdogan Terus Tuntut Rakyat yang Menghinanya, Hampir 2.000 Orang Ditangkap

 REDAKSIINDONESIA-Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan akan terus menuntut orang-orang yang menghinanya. Selama ini, tidak sedikit warga Turki yang melontarkan kritikan terhadap Erdogan berakhir di penjara.

"Saya berterima kasih pada setiap dan semua orang yang mengkritik saya, tapi jika mereka menghina saya, pengacara saya akan bertindak dan mengajukan gugatan hukum," ucap Erdogan di sela-sela Pertemuan Keamanan Nuklir (NSS) di Washington, Amerika Serikat, seperti dilansirReuters, Jumat (1/4/2016). 

Pernyataan Erdogan ini disampaikan selang sehari sebelum persidangan dua jurnalis ternama di Istanbul. Kedua jurnalis itu merilis rekaman yang diklaim menunjukkan badan intelijen Turki menyalurkan sejumlah truk berisi persenjataan untuk pejuang oposisi di Suriah pada awal tahun 2014.

Kedua jurnalis yang diadili itu bernama Can Dundar, yang juga menjabat pemimpin redaksi Cumhuriyet dan Erdem Gul yang merupakan kepala biro Cumhuriyet wilayah Ankara. Jaksa Turki mendakwa keduanya dengan upaya menggulingkan pemerintah dengan merilis video yang disebut menunjukkan badan intelijen Turki menyalurkan persenjataan ke Suriah.

Erdogan yang selama ini pemerintahannya menuai kritikan internasional karena dianggap membatasi kebebasan pers, telah bersumpah bahwa Dundar akan membayar harga atas perbuatannya. Kedua jurnalis Turki itu terancam hukuman maksimal penjara seumur hidup jika terbukti bersalah.

Dalam pidatonya di Washington, Erdogan menyatakan tidak ada jurnalis yang dipenjara karena tugas mereka. Erdogan menyebut, kebanyakan dari 52 jurnalis yang dipenjara di Turki dinyatakan bersalah atas dakwaan terorisme. Kelompok pejuang HAM untuk jurnalis menyebut pemerintah Turki menggunakan dalih terorisme untuk membungkam jurnalis.

Sejak menjadi Presiden Turki pada 2014 lalu, Erdogan sedikitnya telah mengajukan 1.845 gugatan hukum terhadap orang-orang yang dianggap menghinanya. Orang-orang yang dinyatakan bersalah menghina presiden bisa dikenai hukuman maksimum 4 tahun penjara.

Sementara itu hingga Maret 2016, nyaris dua 2.000 di Turki diadili karena menghina Presiden Recep Tayyip Erdogan. Jumlah tersebut tercatat sejak Erdogan menjabat pada Agustus 2014 lalu.

"Jumlah catatan pelaku yang diadili karena menghina presiden adalah 1.845 orang," sebut Menteri Kehakiman Turki Bekir Bozdag saat ditanya parlemen setempat, seperti dilansir AFP, Kamis (3/3/2016).

Bozdag menyebut, setiap penghinaan terhadap presiden merupakan perbuatan memalukan dan bukan bagian dari kebebasan berekspresi. "Tidak ada orang yang memiliki kebebasan untuk menghina," ucapnya.

"Saya bahkan tidak bisa membacanya. (Wajah) Saya memerah... itu bukan ekspresi sebuah gagasan, tapi hanya sumpah serapah dan penghinaan," imbuh Bozdag.

Mulai dari jurnalis, blogger hingga warga biasa yang juga termasuk murid sekolah menengah telah menjadi terdakwa dalam kasus penghinaan Presiden Erdogan. 

Lawan politik Erdogan menyebut presiden yang pernah menjabat Perdana Menteri Turki dari tahun 2003-2014 itu tidak mampu mentolerir setiap kritikan yang diarahkan terhadapnya. Bahkan mereka menuding Erdogan sengaja memanfaatkan hukum untuk mengekang orang-orang yang berbeda pendapat.

Sesuai aturan hukum Turki, menghina presiden merupakan tindak pidana yang terancam hukuman maksimal 4 tahun penjara. 
(Sumber: Detikcom)

Saturday, April 2, 2016 - 14:15
Kategori Rubrik: