Erdogan dan Jokowi

Oleh : Yusuf Muhammad

Turki terancam krisis akibat nilai mata uangnya anjlok hingga 20% lawan dolar AS. Disisi lain, rupiah justru menguat hingga hampir 0,87% dan mampu menekan dolar hingga Rp 13.970/US$

Dengan penguatan yang nyaris mencapai 1%, rupiah menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di Asia. Nah lucunya para kaum dunggu bin bahlul tak pernah paham soal ini. Mereka yang dikenal sangat mengagung-agungkan Erdogan seakan mendadak buta melihat fakta ini semua

Dari segi kepemimpinan, bagi saya Jokowi jelas jauh lebih baik daripada Eedogan. Mengapa? Karena jika Erdogan jadi Jokowi dan selalu direcokin kaum Kampret dungu maka belum tentu Erdogan mampu sabar dan berkerja. Hal itu sudah terlihat betapa otoriternya Erdogan ketika menghadapi kritikan dari rakyatnya di Turki.

Entah sudah berapa banyak masyarakat sipil, aktivis dan wartawan yang sudah menjadi korban karena gaya otoriter dan "tangan besi" Erdogan. Ini jelas sangat jauh dengan Jokowi yang selalu sabar dan tak pernah melaporkan sendiri oknum yang memusuhinya.

Di Indonesia sendiri, akhir2 ini para pengagum Erdogan selalu nyinyirin Jokowi karena rupiah mencapai lebih dari 14.000/US$, tapi anenhnya mereka buta dengan kondisi mata Turki yang terus melemah hingga 20%.

Buat para kampret, saya ingatkan agar jangan pernah menyerang Jokowi tanpa memahami permasalahannya. Percuma, kalian tidak akan pernah menang selagi ada kami yang akan terus berjuang menangkal fitnah dan gorengan basi kalian.

Buat para Kampret dungu bin bahlul, ini saya beri referensi buat bacaan:

1. Menguat Hampir 1%, Rupiah Jadi Nomor 1 di Asia

Dilain sisi kita https://www.cnbcindonesia.com/…/menguat-hampir-1-rupiah-jad…

2. Lira Anjlok 20% Lawan Dolar AS, Turki Terancam Krisis

https://m.detik.com/…/lira-anjlok-20-lawan-dolar-as-turki-t…

3. Rupiah Menguat, Kembali ke Bawah Rp14 Ribu per Dolar AS

https://m.cnnindonesia.com/…/rupiah-menguat-kembali-ke-bawa…

#2019TetapJokowi

Sumber : facebook Yusuf Muhammad

Tuesday, May 29, 2018 - 10:45
Kategori Rubrik: