Entah Kitab Mana yang Jadi Rujukan Tweet Tengku Zulkarnain Ini

Ilustrasi

Oleh : Iik Fikri Mubarok

Saya ditanya sama Bib Zen Aljufri dan Bang Ekky terkait tulisannya Pak Tengku Zulkarnain ini. 
Katanya kalau Jawaban saya memuaskan atau minimal masuk akal, beliau berdua mau beli batik Tulisku.

Pertanyaan :

Mbah, apa benar dengan apa yg ditulis oleh Pak Tengku seperti dalam Titit-tweetnya soal surga yg berada di langit dan para bidadarinya?.
================================
Jawaban :

Saya tidak mau menyalahkan perkataan yang salah yang keluar dari mulut orang tua apalagi membenarkannya. Saya hanya bisa memberi tahu bahwa Dengan adanya Pak Tengku menulis seperti dalam Titit- Tweetnya bahwa Surga itu berada dilangit ke 7 maka itu berarti beliau sudah menunjukkan Akidah beliau tentang bahwa langit Ke 7 lebih Besar Daripada Surga. Namun demikian, saya juga belum menemukan Referensi perkataan Ulama tentang keberadaan Surga bertempat dimana, sedang Gusti Allah SWT sendiri tidak pernah menerangkan tentang keberadaan surga bertempat dimana, melainkan Tuhan hanya menjelaskan sebatas perumpamaan surga saja, tidak lebih. Mungkin Pak Tengku Lebih Tahu Tentang tempat Keberadaan surga daripada Gusti Allah SWT sendiri.

Terkait soal 12 ribu Bidadaripun saya belum menemukan dasarnya.
Kata " Bidadari " sendiri digunakan oleh sebagian orang kita untuk menerjemahkan kata "Huur" dalam bahasa Arab (Alquran dan Hadits).
Dan Pak Tengku adalah salah satu orang yang memahami bahwa makna dari kata Huur adalah bidadari, sehingga seperti dalam tweetnya ia hanya meyakini bahwa kaum wanita golongan manusia hanya menjadi Ratunya Bidadari.

Kalau kita mau melakukan telisik kebahasaan, maka tentu saja kata '' Huur" tidak bisa dipahami hanya sebatas makna Feminin saja,melainkan juga bisa bermakna maskulin, sebab kata " huur" sendiri merupakan bentuk kata Maskulin (pria) bukan Feminin( wanita). 
Alhasil kata " Huur" bisa bermakna ambigu, bisa bermakna bidadari juga bisa bermakna Pangeran Ganteng ( bukan dari Golongan manusia) tergantung Konteksnya.
Jadi jika Orang yang berjihad dimedan Perang dijalan Allah SWT -jihad disini tentu saja Jihad yang sesuai Koridor Kanjeng Nabi Saw, bukan Jihad ala Umat Jembut yang suka ngeboom masjid sana-sini- dijanjikan akan mendapat 72 Huur ( bidadari), maka seorang istri yang berjihad menjaga kehormatannya, anak-anaknya, harta Suaminya, ketika sedang ditinggal Berjihad oleh suaminya, kelak disurga ia pun akan mendapat 72 Huur ( pangeran Ganteng rumenteng ).

Jadi mungkin pemahaman kita tentang makna dari kata "Huur" perlu diadakan telisik kembali supaya tidak terjadi ketimpangan maksud yang bisa menimbulkan ketidak adilan dan kesewenang-wenangan.

Oh iya ding, jika pak Tengku mengatakan bahwa Surga itu berada di langit ke 7, saya khawatir besok ia akan mengatakan bahwa langit ke 7 berada di Monas. Jika sudah seperti itu maka surga hanya bisa menampung 7 juta manusia saja

Mudahan-mudahan penjelasan singkat ini bisa menjadikan Bib Zen Aljufri dan Bang Ekky langsung Inbok dan membeli batik tulisku.. Aamiin Banget Ya Allah.. Aamiin banget...

Sumber : Status Facebook Iik Fikri Mubarok

Friday, February 9, 2018 - 14:15
Kategori Rubrik: