Empan Papan

Ilustrasi

Oleh : Jody Ananda

Ungkapan orang Jawa menyebutnya "Empan Papan", suatu sikap atau laku perbuatan orang yang pandai menempatkan sesuatu pada tempatnya, dan pada saat dan kondisi yang tepat.

Hal ini logis saja sebenarnya, dalam kebudayaan lain hal yang sama juga menjadi standar dan konvensi yang disepakati sebagai adat, dengan bahasa ungkap yang berbeda.

Beredar dan menjadi viral status dari seorang akhwat bernama Maharani Hasan, yang menempelkan fotonya sedang mengirim bantuan korban bencana alam di Kuningan Jawa Barat, dengan foto #Jokowi yang sedang menikmati hari libur menonton film #Dilan90.

Tindakan Maharani ringan tangan mengirim bantuan tentu saja baik, tapi apakah tepat menempelkan fotonya dengan foto Jokowi, kemudian membuat narasi menggiring pembaca bahwa pemerintah/Presiden tak berbuat apa-apa terhadap bencana yang sedang terjadi?

Inilah yang tidak tepat. Berbuat baik kepada orang lain, seraya menghina dan mencaci figur politik atau kaum liyan, yang dianggapnya sebagai "musuh" dan berbeda paham. Kebanyakan orang yang saya tahu persis, -bertahun-tahun melakukan aksi sosial membantu mereka yang kekurangan-, bahkan tidak mau nama mereka disebut dan diketahui.

Silakan berbuat baik, apapun itu, dan tak perlu sambil mencaci dan menghina orang lain. Tempatkanlah sesuatu pada tempatnya, pada momen yang tepat, sebab kita manusia beradab.

Dan ini peradaban manusia, bukan peradaban "kunyuk" yang asyik melempar buah sambil menirukan jurus Wiro Sableng!

*) Ilustrasi hanya menggambarkan bagaimana metode "kunyukisasi" yang sama diterapkan pada Maharani. Gak enak, kan? #Madzhab69

Sumber : Status Facebook Jody Ananda

Thursday, March 8, 2018 - 14:00
Kategori Rubrik: