El Diablo yang Ditutupi Ember

ilustrasi

Oleh : B Uster Kadrisson

Ada seseorang yang mengatas namakan @opposite6890 yang membocorkan data-data bang Denny Siregar di sosial media. Dengan narasi yang sepertinya dibuat bermain-main tetapi dia sebenarnya telah melakukannya dengan sangat disengaja. Data-data yang disinyalir telah diunduh dari website telkomsel, sebuah perusahaan penyedia layanan sambungan telpon di Indonesia. Ada terungkap nama lengkap, alamat dan nomer kependudukan yang tertera jelas di sana.

Dalam kasus pembocoran data bang Denny Siregar ini tampaknya ada kesengajaan dari pihak yang bersangkutan yang sepertinya bertujuan untuk menakut-nakuti. Apalagi si abang terkenal sebagai orang yang sangat vokal dalam menentang keberadaan orang-orang yang berniat menghancurkan tanah air, terutama mereka yang dari golongan HTI. Beberapa kali hasil goresan dan buah tangannya telah dilaporkan kepolisi yang membuat dia berulang kali telah diancam untuk disomasi. Alhamdulillah sampai sekarang ancaman-ancaman itu seperti rice from yesterday alias nasi basi, semoga si abang dan adiknya masih bisa tetap tegak kokoh berdiri.

Alih-alih dengan tujuan semula yang berniat mengancam dan menakut-nakuti, malah si pengunggah yang akhirnya habis-habisan dikuliti. Oleh akun Twitter sang hacker El-diablo yang sudah berulang kali ganti akun hingga yang ke sepuluh, karena sering dilaporkan, disetrap dan mati. Dicelotehan akun @xdigeeembok, rahasia sang pengunggah kemudian dibeberkan dan juga termasuk data-data dan photo pribadi. Setelah ditelisik lebih dalam ternyata orangnya nga jauh-jauh juga datangnya dari kelompok yang itu lagi, itu lagi.

Menurut El Diablo, orang yang bersembunyi dibalik akun @opposite6890 mempunyai dua nama resmi. Saat ini dia sedang keluyuran di belahan dunia lain dan sedang berada di luar negeri. Yang artinya dia kemungkinan mempunyai dua paspor atas nama yang berbeda dan ini sudah bisa tergolong sebuah kejahatan imigrasi. Nanti-nanti bisa dicyduk oleh Interpol, ditangkap untuk kemudian dideportasi.

Rencana bang Denny untuk memperkarakan telkomsel ke pengadilan akan ditunggu sampai lusa hari nanti. Menurut El Diablo yang dalam video YouTube mukanya disamarkan dengan ditutupi menggunakan ember, hal ini bukan kerjaan hacker seperti dirinya melainkan data yang diberikan oleh tangan pertama yang memang mempunyai akses terhadap rahasia pelanggan dan jati diri. Kabar-kabar yang beredar, di jajaran BUMN tersebut memang sudah banyak sekali kelompok kadrun hingga berselemak dan lengket bagaikan daki. Sehingga usaha pembocoran data seperti ini harus diusut tuntas dan bang Erick Thohir harus menyikat habis kroco-kroco di sana dengan mengguyurnya menggunakan bayclin cairan pemutih.

Di Amerika menjaga kerahasiaan data seorang pelanggan adalah hal yang paling utama dalam berbisnis dan sangat dilindungi. Yang selalu dijaga dari pengetahuan orang lain adalah nama tengah, nama ibu serta tanggal lahir dan nomer sosial security. Dalam kartu tanda kependudukan, data yang terakhir tidak pernah dicantumkan karena itu merupakan nomer yang dibawa sampai mati. Nama boleh saja berubah-ubah, misalnya menambahkan nama suami atau menghilangkannya saat menikah atau bercerai nanti.

Pernah di Amerika beberapa kali terjadi kasus, karena keteledoran sebuah kantor yang membuang berkas-berkas pelamar kerja begitu saja ke tong sampah di pinggir jalan. Di situ lengkap tertera semua data asli yang tidak dihapus, dicoret atau juga disamarkan. Kontan saja perusahaan tersebut dikenakan denda administrasi karena dinilai telah berbuat suatu kecerobohan. Kasus ini bisa termasuk ke dalam sanksi pidana karena perbuatan yang membocorkan rahasia negara dan menimbulkan keresahan.

Di Amerika, Social Security Number ini sebenarnya baru diperkenalkan sekitar tahun 1936. Sebelumnya bukanlah sesuatu yang menjadi rahasia karena kantor pos sering mencantumkan sebagai bagian dari pendataan supaya alamat jelas tercantum dan surat gampang sampai ke tujuan. Tahun 80an banyak universitas-universitas yang menggantikan nama peserta dengan nomer sosial security ini supaya terjaga rahasia seperti ketika mengumumkan hasil ujian. Baru sekitar 30 tahun terakhir ketika bisnis perbankan dan credit card mulai marak sehingga data pribadi harus dijaga supaya tidak jatuh ke tangan yang tidak berkepentingan.

Tahun lalu 100 juta data pelanggan dari sebuah bank yaitu Capital One dan puluhan juta laporan tagihan sebuah asuransi bocor ke publik. Tidak ayal lagi sang supervisor dan semua jajaran yang bertanggung jawab terhadap cyber security di perusahaan tersebut dipecat tanpa bisa berkutik. Para pelanggan diwanti-wanti untuk melihat data laporan perbankan jika ada transaksi yang aneh atau yang unik. Jika tidak merasa melakukannya harus segera melaporkannya supaya bisa diselidik.

Di Amerika banyak sekali terjadi kejahatan-kejahatan perbankan yang dilakukan dengan menggunakan data pribadi orang lain yang dicuri tanpa sepengetahuan. Seperti meminta credit card baru dan kemudian membelanjakannya sampai habis batas limit yang ditentukan dan kemudian mereka menghilang tanpa pernah membayar tagihan. Sekali pernah terjadi terhadap saya ketika salah dalam memberikan data lewat telpon karena saya sangka mereka dari jawatan keimigrasian. Besoknya rekening bank saya dikuras habis hingga kosong tanpa bersisa, sejak itu saya sangat berhati-hati jika memberikan data pribadi baik pertelpon atau melalui proses online-an.

Tabik.

Sumber : Status Facebook B. Uster Kadrisson

Wednesday, July 8, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: