Eks ISIS Dari Indonesia Tanggung Jawab Siapa?

ilustrasi

Oleh : Machrus Zacky

Dimana tanggung jawab mereka (UBN CS)..?? yang bahkan mereka memberikan transfer bantuan kepada pemberontak Suriah..???
Nasib pengungsi Suriah dari Indonesia adalah gambaran betapa kejamnya HOAX politik yang di bungkus agama yang di sebarkan oleh ustadz dan aktivis Wahabi.
=====================================
Afshin mengatakan kepada BBC Indonesia, "Kondisi di kamp itu sangat, sangat buruk dan memprihatinkan. Tidak cukup untuk menampung ribuan orang, tidak ada bantuan. Ada yang membagi makanan tapi tak cukup untuk semua."

Begitulah gambaran betapa nestapanya nasib orang Indonesia yang berbaiat kepada ISIS dan akhirnya kini terkatung katung nasibnya di kamp pengungsi di Al-Hol, Suriah timur. Yang kita sedihkan adalah anak anak yang tidak berdosa. Mereka harus ikut menderita akibat pilihan orang tuanya yang berbaiat kepada ISIS. Para wanita juga hidup nestapa tanpa bisa berbuat banyak karena sikap dan pilihan suaminya.

Ketika ISIS masih berjaya dan rezim Assad sedang terjepit akibat tekanan kaum pemberontak, semua media massa meramalkan rezim Suriah akan tumbang. Para pegiat agama memuji kehebatan para pemberontak Suriah termasuk ISIS, dan memicu banyak orang Indonesia yang terpapar Narasi ISIS dan berniat pindah ke wilayah ISIS untuk merasakan aura kemenangan pejuang Allah itu.

Apalagi terdengar begitu gagahnya ISIS memenggal kepala pendeta Katolik. Ada pegiat agama yang mengatakan kepada saya “Janji Allah sebentar lagi tunai. Janji yang akan memberikan kekuasaan kepada orang beriman”.

Menurut saya mereka yang kini terkatung katung di kamp pengungsi adalah korban dari berita Hoax lewat media massa dan media sosial yang disebar luaskan oleh para ustaz dan aktifis WAHABI. Seakan rezim Suriah adalah benar benar harus dihabisi dan dukungan kepada ISIS harus diberikan.

Setiap saya menulis tentang Suriah secara geopolitik dan geostrategis di blog dan facebook pasti ada yang mem bully saya dengan tuduhan syiah dan Kafir. Padahal saya berusaha menyampaikan kebenaran dari sisi praktisi bisnis yang bersinggungan dengan Geostrategis timur tengah. Bahwa perang sipil di Suriah bukan berurusan dengan soal syiah dan sunni tetapi soal bisnis.

Kini para warga Indonesia yang ada di kamp pengungsi dalam keadaan stateless. Karena mereka sudah tidak ada paspor dan tidak punya visa. Apakah karena alasan kemanusiaan, kita harus kembali terprovokasi media massa agar pemerintah mengusahakan kepulangan mereka ke Indonesia..???

Dimana tanggung jawab mereka yang selama ini menebarkan kebangkitan khilafah ISIS itu, yang pada waktu bersamaan membenci rezim suriah. Bahkan ikut mengirim dana bantuan bagi pemberontak..??? Nasib pengungsi di Suriah adalah contoh betapa kejamnya hoax politik yang dibungkus agama. Para pegiat agama telah menjadi Penipu terhormat dan hidup senang dari modus.

Dan kini media massa menjadi corong politik agar negara memulangkan pengungsi itu dan menjamin kehidupan mereka. Para pegiat agama berharap pemerintah bertanggung jawab memulangkan mereka. Masalahnya, mereka sudah bukan lagi warga negara Indonesia sejak mereka membakar passport nya. Gimana proses hukum memulangkan mereka..??? Itu rumit sekali.

Itulah harga dari sebuah pilihan hanya karena beragama berharap sorga, bukan ikhlas..!!!

Sumber : Status Facebook Machrus Zacky

Monday, June 24, 2019 - 09:45
Kategori Rubrik: