Eks HTI Kelabakan Cari Rujukan Khilafah

ilustrasi

Oleh : Ainur Rofiq

Di FB sebelah ada dialog masalah di atas, bahkan ada yang nanggapi kritikan saya ttg Multaqa Ulama Aswaja. Lalu dialog juga berkembang dg berupaya krekelan nyocok nyocokkan dalil khilafah dg pendapat imam mazhab, termasuk pendapat Imam Ghozali. Padahal:
1. Bicara makna khilafah, imamah, imam a'dzam adalah banyak perbedaan. Yg pasti gagasan khilafah HT beda dg yg lain, jangankan dg yg lain, sesama tokoh HT saja beda (baca di buku Mematahkan Argumen HTI)

2. Imam Ghazali dalam karyanya Seperti pada gambar di bawah ini justru menurut beliau membahas imamah bisa menimbukan fanatik.

3. Setelah krekelan mencari dalil, maka anggota HTI menambahi argumen ramalan badan Intelijen Amerika (baca di buku Mematahkan Argumen HTI) untuk meyakinkan para pengikut yg galau karena khilafah gak berdiri. Pertanyaannya, sejak kapan meyakini gagasan politik intelijen Amerika yang katanya musuh besar khilafahnya?

4. Mencari dalilnya ditambahi dengan jargon "Khilafah janji Allah". Jargon baru yang tidak ditemukan di buku karya Taqiyuddin (pendiri HT) dan Zallum (pengganti Taqiyuddin). Lalu untuk apa kok tambah jargon di atas? Ya tentu agar pengikutnya yg galau bisa terobati. Baca masalah jargon janji Allah dalam buku mematahkan Argumen HTI.

5. Bagi orang NU, cara memahami imamah, imam a'dzam atau khilafah harus menggunakan alur nalar KH. Wahab Chasbullah (baca di buku Tambakberas: Menelisik Sejarah, Memetik Uswah maupun buku mematahkan Argumen HTI.

Sumber : Status Facebook Ainur Rofiq

Wednesday, June 12, 2019 - 09:45
Kategori Rubrik: