Ekonomi Kreatif Untuk Kemakmuran Rakyat

Ilustrasi

Oleh : Awan Kurniawan

Pengembangan Ekonomi Kreatif merupakan salah satu prioritas pembangunan. Di awal periode kepemimpinannya, Presiden Joko Widodo sangat menyadari bahwa ekonomi kreatif akan dapat berkembang dan mampu berkontribusi positif terhadap pembangunan. Hal ini terbukti dengan lahirnya Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang dibentuk pada Januari 2015 berdasarkan Peraturan Presiden No. 06/2015, hanya tiga bulan setelah Presiden Joko Widodo dilantik.

Kesadaran sang Presiden kini menjadi kenyataan. Implementasi pengembangan Ekraf menunjukan hasil meyakinkan. Kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB terus berkembang. Nilai PDB Ekraf secara konsisten terus naik dari tahun ke tahun, dari Rp 784,82 triliun pada 2014 menjadi Rp 1.105 triliun pada 2018 atau tumbuh 40.8%.

Ekraf menjadi industri baru yang berkontribusi pada penurunan pengangguran. Data Bekraf menunjukan jumlah tenaga kerja di sektor Ekraf tumbuh 12,7%, meningkat dari 15,46 juta jiwa pada 2014 menjadi 17,43 juta jiwa di 2017.

Bahkan, di tengah penurunan ekspor nasional, ekspor Ekraf justru meningkat. Kontribusi ekspor Ekraf terhadap total ekspor nasional terus mengalami kenaikan, dari 10,2% pada 2014 menjadi 13,8% pada 2016.

Inilah ikhtiar sang Presiden dalam mewujudkan kemakmuran rakyat melalui pengembangan ekonomi kreatif yang telah disadari dan menjadi kenyataan kini.

#JokowiSekaliLagi

Sumber : Status Facebook Awan Kurniawan

Tuesday, December 18, 2018 - 10:00
Kategori Rubrik: