Ego dan Nama Keluarga, Alasan Yusril Maju Cagub

Oleh : Vlar Lantang

Pakar Hukum Tata Negara Profesor Yusril Ihza Mahendra memastikan dirinya bersedia maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta, menantang sang petahanan, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Ini membuktikan seorang senior di bidang Hukum Tata Negara dan pernah menjabat sebagai Ketua Partai,Sekretaris Kabinet dan Menteri,masih ingin menjabat sebagai Gubernur. Ada apakah ??

Biasanya seorang Gubernur lah yang sering di angkat jadi Menteri,bukan sebaliknya,bukan hanya Yusril saja yang pernah menjabat sebagai Menteri,ingin jabatan Gubernur,Yusril adalah orang ke dua,setelah Walikota Depok, Presiden Partai Keadilan pada tahun 1999,Menteri Kehutanan dan Perkebunan ,Nur Mahmudi Ismail namanya.Kalau tidak karena Jabatan dan ke egoan,bukan pengabdian pada masyarakat,maka tidak akan terjadi seperti ini.Apapun alasan nya kekuasaan dan kewenangan serta besar wilayah yang jadi tempat mengabdi jabatan sebagai Ketua Partai/Presiden Partai adalah yang paling tinggi.

Keinginan Yusril maju sebagai cagub DKI pada Pilkada 2017, lebih banyak karena faktor emosi semata,faktor ke egoan yang ingin menunjukan bahwa keluarga Yusril Irza Mahendra bisa mengalahkan keluarga Basuki Cahaya Purnama baik di Belitung Timur maupun di DKI Jakrta.Seperti diketahui Yusril Irza Mahendra punya andil yang besar atas kemenangan kakak nya bernama Yuslih Ihza menang sebagai Bupati Belitung Timur di Pilkada .Kemudian membuat pencitraan keluarga Mahendra adalah yang terbaik dibanding keluarga Basuki.

Apalagi Yusril Irza Mahendra yang berlatar belakang sebagai pengacara,maka tentulah sikap masyarakat akan terpengaruh juga,karena stigma yang sering di dapat pengacara adalah selalu mencari celah hukum untuk mendapatkan kebenaran atau paling tidak berusaha untuk jadi yang benar.

Kalau nanti Yusril Irza Mahendra maju sebagai Cagub DKI Jakarta,paling tidak nama besar keluarga Mahendra di Belitung Timur makin tenar dan populer serta di segani masyarakat.Sedangkan perkara menang atau kalah tidaklah jadi pikiran Yusril,karena jelas jelas nama Yusril tidak layak jual di DKI Jakarta.Karena belum ada satupun bukti dan kerja nyata Yusril yang bisa membuat masyarakat DKI Jakarta memilih dan mendukung,kecuali Parpol.

Nafsu sebagai Manusialah yang paling menonjol di utamakan oleh Yusril disamping sebuah pengabdian buat rakyat DKI Jakarta.Karena selama menjabat sebagai Ketua Partai Bulan Bintang,tidak pernah Partai Bulan Bintang mendominasi anggota DPR RI,ini menandakan bahwa nama Yusril dan PBB tidak banyak di sukai Masyarakat Indonesia.

 Nama Yusril Irza Mahendra hanya besar di bidang Hukum saja,banyak perkara yang sudah di menangkan Yursil sebagai pengacara,perkara Pidana,perkara Perdata ,dan banyak lagi perkara Pilkada yang dimenangkan di MA.Sewaktu menjabat sebagai Mensekneg dan Menkumham nama Yusril tidak lah menonjol amat,biasa biasa saja,tidak ada terobosan yang ber bekas di ingatan Masyarakat,kecuali di tingkat elite.

Pengalaman sebagai orang politik,nama Yusril mulai naik daun sejak di gulirkan nya reformasi dan ada gerakan kaum reformis untuk menjatuhkan Soeharto sebagai presiden,pernah jadi Capres,tapi sempat juga di semprot sama Amien Rais waktu itu.Partai yang akan mendukung Yusri Irza Mahendra maju sebagia cagub DKI Jakarta mungkin sama dengan Pilkada Belitung Timur yaitu PAN, PBB, PPP, Partai Golkar, dan Partai Gerindra.

 Dengan niat yang tidak muncul dari hati dan jiwa yang bersih dan cendrung karena dorongan ego serta untuk kepentingan nama keluarga,maka Yusril Irza Mahendra akan mendapatkan kegagalan saja jika ingin head to head lawan Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.Masyarakat DKI Jakarta adalah barometer kamajuan dan demokrasi bagi semua masyarakat di seluruh wilayah Indonesia,sehingga akan sulit nama Yusril Irza Mahendra dapat simpati ,apalagi memilihnya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Boleh boleh saja Yusril Irza Mahendra mengkalim dirinya mendapat banyak dukungan dari berbagai elemen dalam masyarakat maju sebagai Cagub DKI Jakarta,tapi bukti dan realita yang di hadirkan di tengah tengah masyarakatlah yang paling penting.Lebih baik fokus saja sebagai pengacara yang sekarang sedang melawan AHOK di perkara sampah Bantar Gebang.Setelah PT Godang Tua Jaya (GTJ) dan PT Navigat Organic ‎Energy Indonesia (NOEI) selaku pengelola tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Bantar Gebang melakukan penyelewengan dana. Kedua perusahaan itu pun menunjuk Yusril Ihza Mahendra sebagai kuasa hukum untuk 'melawan' Ahok. Seperti Tantowi Yahya yang menyerah secara realistis dan memilih Banten jadi target. Salam

Sumber : Kompasiana

Saturday, February 6, 2016 - 10:00
Kategori Rubrik: