Efikasi Sinovac Rendah?

Vaksin Sinovac bekerja dengan memperkenalkan antigen berupa virus SARS COV2 mati, atau virus inaktif. Ini adalah metode yang sudah terbukti efektif selama puluhan tahun. Sementara vaksin mRNA mengandalkan antigen berupa spike protein yang untuk saat ini memang bentuknya sama untuk semua vaksin COVID19.
Kalau mau dianalogikan vaksin inaktif memperkenalkan jasad gajah sebagai antigen. Sementara vaksin mRNA memperkenalkan gading gajah sebagai antigen. Kekhawatiran saya kalau bentuk gadingnya agak berbeda seperti gambar dibawah maka antibodi yang dibentuk berpotensi gagal mengenali virusnya. Sementara kalau vaksin inaktif, mengenali virus tidak hanya dari gading, tapi juga dari bentuk lain gajah, seperti telinga, belalai, dsb. Ini bisa menjelaskan kenapa ada yang sudah di vaksin Pfizer lalu kena COVID19 lantas bergejala berat.
Sebagai dokter yang terbiasa di vaksin, saya cukup bersyukur kebagian vaksin dengan nilai efikasi diatas 50%. Untuk saat ini, bagi saya itu cukup. Ada pilihan memperkenalkan sistem imun terhadap SARS COV2 secara aman melalui vaksinasi harus disyukuri ketimbang terkena COVID19.
Sumber : Status Facebook Erta Priadi Wirawijaya

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *