Efikasi Sinovac 65% Jadi Tak Berguna?

ilustrasi
Oleh : Mila Anasanti
Vaksin Sinovac dengan efikasi 65% tidak berguna? Berkaca dari manfaat vaksin Flu dengan efikasi hanya 39%
____
Virus Flu / influenza punya mutasi yang jauh lebih cepat dari virus penyebab covid. Itulah sebabnya tiap tahun perlu dibuat vaksinnya, dan diberikan setiap tahun.
Namun fatality rate (persentase kematian) flu jauh lebih rendah dari covid. Menurut penelitian terbaru fatality rate Covid-19 10x lebih banyak dari Flu.
Padahal WHO setiap tahun, diperkirakan ada 1 miliar kasus, 3-5 juta kasus parah, dan 290.000-650.000 kematian akibat influenza di seluruh dunia.
Flu yang dimaksud di sini adalah Flu musiman yang banyak beredar di negara maju menjelang musim dingin / winter, bukan Flu anggapan kebanyakan orang Indonesia yang sebenarnya adalah common cold. Flu dan common cold gejalanya mirip, tapi virusnya beda. Virus Flu lebih ganas dan bisa mematikan dibanding virus penyebab common cold:
 
arena itulah negara maju tiap tahun memberikan vaksin flu pada warganya yang rentan. Namun, tabel yang diambil dari CDC (Center for Diseases Controls and Prevention), mencatat efikasi vaksin flu tidak pernah sampai 60%. Bahkan tahun 2019-2020 efikasi vaksin flu hanya 39%:
Meski demikian, CDC mencatat vaksinasi influenza selama musim influenza 2019-2020 dapat mencegah 7,52 juta penyakit, 3,69 juta kunjungan medis, 105.000 rawat inap, dan 6.300 kematian akibat influenza / flu. Laporan ini menggarisbawahi manfaat dari program vaksinasi saat ini.
Vaksin flu 2017-2018 juga sama, Efektivitas vaksin secara keseluruhan 40%. Namun selama musim influenza 2016-2017, CDC mencatat vaksin flu mencegah sekitar 5,3 juta penyakit flu, 2,6 juta kunjungan medis, dan 85.000 rawat inap yang terkait dengan influenza.
***
Jadi sekali lagi ketahui cara membaca efikasi yang benar.
Efikasi vaksin covid 65%, artinya seluruh kelompok yang divaksinasi berdasarkan uji fase 3:
-100% tidak terjadi penyakit berat atau kematian jika setelah divaksinasi terinfeksi virus covid aslinya
-65% mencegah infeksi ringan hingga sedang, artinya jikapun ada yang terinfeksi, jumlahnya hanya 35% (100%-65%) dari seluruh total yang divaksinasi. Itupun 35% yang terkena tidak akan parah, hanya kasus ringan hingga sedang.
Sumber : Status Facebook Mila Anasanti
Monday, January 18, 2021 - 09:00
Kategori Rubrik: