Efek Mudik Masih Terkendali, Plus Peningkatan Disiplin Warga Menyongsong Era New Normal

Oleh: Marsda Pur Prayitno Wongsodidjojo Ramelan
(Pengamat Intelijen)

Satu minggu sebelum Idul Fitri 1441H, tugas pemerintah terberat adalah mengatasi tradisi mudik yg sudah mengakar. Tahun lalu diberitakan sekitar 7 juta warga Jakarta mudik dan kembali beberapa hari setelah Idul Fitri. Exodus warga DKI sebagai epicenter pandemi Covid-19 ditakutkan menyebarkan virus ke daerah lain, dan juga bisa menjadi ancaman gelombang kedua serangan balik ke Jakarta. Maka dilakukan penyekatan2, menjelang lebaran, tetapi diperkirakan ada 1,5 hingga 2 juta warga yang lolos, atau berangkat sebelum larangan mudik.

Terkait dengan kemungkinan ada pemudik yg membawa covid ke daerah, penulis 
mengamati data di 5 propinsi di luar DKI. Data yang menarik kalau kita perhatikan ada pertambahan kasus positif Covid-19, total kasus (TK) serta tambahan angka kematian dan total kematian khusus di provinsi Jawa Timur yang paling menonjol. Sebagai random sampling, walau akurasi tidak terlalu tajam, tetapi bisa mengambarkan adanya tambahan kasus dan kenaikan yang meninggal, menyaingi Jakarta.

 

Tanggal 22 Mei merupakan puncak mudik (pergerakan warga) terutama dari Jakarta ke provinsi lain, terutama di pulau Jawa. DKI Jakarta masih dinyatakan sbg Zona merah, yang sejak awal dinilai sebagai epicenter pandemi. 

Dari data terlihat urutan Tambahan Kasus Hari (TKH), 24 jam, Total Kasus positif (TK), Tambahan Meninggal Hari (TMH) dlm 24 jam dan Total Meninggal (TM). Data yang didapat sebagai berikut.

Jumat, 22 Mei 2020

Prov - TKH/TKP - TMH/TM

Jakarta 99/6.400 - 18/500
Jatim 131/3.129 - 15/256
Jabar 40/2.002 - 1/125
Jateng 17/1.234 - 0/ 70
Banten 15/ 768 - 1/ 6
Jogja 5/ 220 - 0/ 8

Sabtu, 23 Mei 2020

Jakarta 115/6.515 - 1/501
Jatim 466/3.595 - 15/271
Jabar 43/2.045 - 2/127
Jateng 54/1.288 - 0/ 15
Banten 0/ 768 - 0/ 66
Jogja 5/ 225 - 0/ 8

Minggu, 24 Mei 2020

Jakarta 119/6.634 - 1/501
Jatim 68/3.663 - 12/283 
Jabar 43/2.035 - 1/127
Jateng 21/1.309 - 0/ 70
Banten 21/ 789 - 0/ 66 Jogja 1/ 226 - 0/ 8

Senin, 25 Mei 2020

Jakarta 75/6.709 - 0/501
Jatim 224/3.886 - 9/292
Jabar 22/2.213 - 0/128
Jateng 2/1.331 - 0/ 70
Banten 0/ 789 - 0/ 66
Jogja 0/ 226 - 0/ 8

Efek Arus Mudik Masih Terkendali

Dari data diatas, terlihat perkembangan yang perlu diwaspadai yaitu kenaikan kasus warga JawaTimur yang terpapar serta kasus tambahan yang meninggal.

Tanggal 22 Mei, kasus baru dalam 24 jam di DKI, 99 dari 6.400 (1,54%,), meninggal 28 jiwa. Jawa Timur kasus baru dlm 24 jam 131 dari total 3.129 (4,18%) meninggal 15 jiwa.

Tanggal 23 Mei , kasus baru DKI 115 dari 6.515 (1,76%), meninggal 1 jiwa, Jawa 
Timur 466 dari 3.595 (12,96%), meninggal 15 jiwa.

Tanggal 24 Mei, kasus baru DKI, 119 dari 6.634 (1,79%), meninggal 1 jiwa, Jawa Timur 68 dari 3.663 (1,85%), meninggal 12.

Tanggal 25 Mei,kasus baru DKI 75 dari 6.709 (1,11%), meninggal "Zero", Jawa Timur 224 dari total 3.886 (5,76%), yang meninggal 9.

Dari empat hari data kasus maupun yang meninggal, secara prosentase, Jatim lebih besar dibandingkan DKIJakarta. Demikian juga pasien yg meninggal, dalam 4 hari di DKI yg meninggal 30 jiwa, di Jawa Timur dalam 4 hari ada 51 yg meninggal.

Untuk data khusus di DKI Jakarta sejak 16 April s/d 25 Mei 2020, data yg tertular diatas 100 (max 169) dan dibawah 100 ( minimal 34).

Kebijakan Baru Pemerintah

Pada hari Selasa (26/5) Presiden Jokowi di Stasiun MRT mengumumkan tentang pengerahan anggota TNI dan Polri dalam rangka pendisiplinan warga. Menurut Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, akan diterapkan pendisiplinan protokol kesehatan di empat Provinsi (DKI, Jabar, Sumbar dan Gorontalo) juga di 25 Kabupaten, pelaksanaan di 1.800 titik atau obyek. 

Menurut Gubernur DKI yang juga hadir, 2 pekan kedepan adalah penentuan diperpanjang atau tidaknya PSBB di Jakarta. Kuncinya bila R-0 lebih kecil dari satu, virus bisa berakhir, bila R-0 lebih besar dari angka satu maka covid masih menyebar. Karena itu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengharapkan rakyat, taat dan disiplin.

Gubernur DKI menegaskan mereka yg mudik keluar Jakarta agar menunda dahulu ke Jakarta hingga data covid di Jakarta landai. Ada ijin terhadap 11 sektor yang diijinkan masuk Jakarta dan harus memiliki SIKM (Surat Ijin Keluar Masuk).

Kesimpulan

Dari data diatas, memang dari efek mudik terlihat 
adanya kenaikan kasus positif terinfeksi covid khusus di Jawa Timur, di samping terjadi tambahan ada yang meninggal dunia. Menjelang terjadinya arus balik mudik, penulis agak lebih lega, data di propinsi luar DKI jumlahnya tidak meledak seperti dilhawatirkan beberapa ahli. 

Ketegasan pemerintah yang akan mengetatkan disiplin warga menjadi kunci rencana penerapan formula fase era "new normal", diharapkan bisa terlaksana dengan lancar. Ketegasan pemerintah DKI Jakarta paling tidak akan menjadi contoh bagi provinsi lainnya untuk mendisiplinkan warganya, menggeliatkan perekonomian daerah menuju perekonomian Indonesia. 

Kita jangan menyerah, jangan takut, tetapi cerdas, cerdik dan cermat dalam mengatasi kondisi yang berlaku. Mari bergerak dalam satu rentang komando dan kendali di bawah Presiden Jokowi. Smg bermanfaat 

 

(Sumber: Facebook Prayitno Ramelan)

Thursday, May 28, 2020 - 13:30
Kategori Rubrik: