Efek Minder

ilustrasi

Oleh : Akhmad Mustain

Sebagian orang-orang Islam di Indonesia dewasa ini menderita penyakit minder (rendah diri) akut. Sakit ini mungkin saja karena kegagalan mereka dalam merumuskan hubungan negara dengan Islam. Perjuangan mereka mewujudkan cita-ideal berupa negara Islam kandas di tengah jalan.

Orang-orang Islam tersebut di atas sebagian besar (atau seluruhnya?) adalah orang-orang yang tidak termasuk golongan penderek Hadratusy Syekh Hasyim Asy'ari. Sebagaimana diketahui, Hadratusy Syekh adalah ulama pertama di dunia yang berhasil merumuskan hubbul wathon minal iman (nasionalisme bagian dari iman). Menurut beliau, seorang muslim yang religius semestinya juga nasionalis, dan seorang muslim nasionalis haruslah juga seorang muslim yang religius. Itulah sebabnya, ketika sebagian komponen bangsa ini menolak tujuh kata dalam Piagam Jakarta berupa anak kalimat "dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya", atas petunjuk Allah, beliau rela menghapusnya dengan mempertimbangkan keutuhan bangsa Indonesia.

Kembali ke penyakit minder akut tadi, ternyata membawa beberapa efek. Efek pertama, mereka merasa terancam oleh keberadaan orang-orang yang dianggap di luar mereka (meskipun sesama umat Islam) seperti cara mereka memperlakukan kaum abangan. Pak Jokowi yang ngaji ke Gus Karim dan Kiai Rosyid saja dianggap bukan bagian dari mereka dan dianggap ancaman. Ini erat kaitannya dengan doa Bu Neno Warisman atau pidato Pak Din di Gontor sebelum Pilpres.

Efek kedua, mereka sangat bangga berlebihan terhadap pihak di luar mereka yang memuji-muji mereka. Mereka merasa ayem karena keberadaan mereka diakui. Terlebih-lebih orang-orang di luar mereka itu mau bergabung dengan perjuangan mereka (contoh masuk Islam). Akhirnya bukan mantan pastor diklaim mantan pastor, jebolan sekolah seminari (setara SMA) diklaim alumnus S-3 Vacitan, eh, Vatikan (padahal konon di sana tidak ada universitas).

Sudah, begitu saja. Shollu 'alan Nabiy!

Sumber : Status Facebook Akhmad Musta'in

Friday, February 21, 2020 - 08:00
Kategori Rubrik: