Efek Kunjungan Jokowi, Pengusaha Amerika Inves Sektor Kreatif 40 juta USD

Ilustrasi

Jakarta (RI) – Berdasarkan catatan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM),  pengusaha Amerika Serikat meminati investasi pada sektor ekonomi kreatif hingga 40 juta dolar AS (setara Rp500 miliar dengan kurs Rp12.500) sebagai dampak kunjungan Presiden Joko Widodo ke negara itu.

Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan minat itu disampaikan dalam pertemuan satu per satu (one-on-one meeting) setelah kegiatan "Investment Summit" di Washington DC.

"Jadi, minat investasi tersebut di luar dari kesepakatan bisnis senilai 2,4 miliar dolar AS yang sebelumnya telah diumumkan oleh pemerintah. Dalam 'one on one meeting',  terdapat perusahaan yang bergerak di bidang ekonomi kreatif yang menyampaikan minat investasi mereka senilai 40 juta dolar AS," katanya.

Perusahaan yang bergerak di bidang ekonomi kreatif tersebut, jelas Franky  merupakan perusahaan di bidang inovasi digital dan media hiburan.

"Ini akan kita kawal karena positif dalam upaya untuk melakukan diversifikasi sektor investasi dari AS yang masih didominasi oleh sektor pertambangan," katanya.

Presiden Jokowi telah menyaksikan pengumuman dan penandatanganan kesepakatan-kesepakatan bisnis "Business to Business" antara perusahaan-perusahaan AS dengan Indonesia sebelum kepulangan ke Indonesia.

Kesepakatan bisnis yang diumumkan itu akan direalisasikan dalam jangka waktu satu hingga lima tahun sejak 2015 senilai 2,4 miliar dolar AS. Proyek bisnis itu terdiri atas bidang usaha industri minuman ringan dan distribusinya, industri pakan ternak dan pemanis dari jagung, industri remanufaktur suku cadang alat berat, pembangkit listrik, industri percetakan uang logam dan pengaman uang kertas.

Menurut Franky,  selain dengan perusahaan di bidang ekonomi kreatif tersebut, pihaknya juga bertemu dengan dua perusahaan AS lainnya yakni perusahaan manufaktur yang akan meresmikan pabrik baru mereka di Karawang sekitar Maret 2016.

"Kami juga bertemu dengan perwakilan perusahaan alat berat yang baru saja mendapatkan izin prinsip untuk perusahaan 'remanufacturing' di Cileungsi, Bogor. Hal ini menandai komitmen investasi mereka di Indonesia. Nilainya 12 juta dolar AS. Kalau ini masuk dalam daftar yang 2,4 miliar dolar AS sebelumnya," jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (28/10/2015)

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa  minat investasi perusahaan-perusahaan AS tersebut akan terus dikawal oleh BKPM yang memiliki kantor perwakilan di New York (Indonesia Investment Promotion Center/IIPC) dan juga Marketing Officer Wilayah Amerika dan Eropa yang bertugas menjembatani investor dengan kementerian teknis terkait.   (Antara)

 

Wednesday, October 28, 2015 - 23:15
Kategori Rubrik: