E Pemilu

ilustrasi

Oleh : Ahmad Sarwat

Gagasan untuk membuat pemilu secara digital dan online ke depan nanti nampaknya akan sulit dibendung. Sebab ada banyak sekali kebutuhannya, hanya tinggal masalah waktu saja.

Sekarang mungkin masih banyak yang meragukan, karena ada saja hambatannya. Namun saya yakin satu per satu hambatan pasti akan teratasi dengan sendirinya.

Pertama : Masalah Sekuriti

Semua hal yang berbau online pasti punya tantangan masalah sekuriti. Takut dihack dan dibajak orang, pasti jadi alasan nomor wahid

Namun sederhana saja jawabannya. Kenapa waktu bikin sistem tidak diajak saja perwakilan dari masing2 calon dengan menyertakan ahli IT nya untuk ikut mendesain dan menciptakannya.

Jadi kalau ada yang ngehack, jangan salahkan siapa-siapa. Salahkan yang bikin. Yang bikin kan wakil dari calon atau partai itu sendiri.

Jadi kalau sistem itu hasil karya bersama, pasti semua ikut bertanggung-jawab atas keamanannya.

Kedua : Pemerataan Teknologi

Masalah kedua biasanya tantangan masalah pemerataan teknologi. Rupanya masih banyak orang yang tinggal dipelosok tidak punya hp atau tidak terjangkau sinyal.

Jawabannya, ini masalah kebijakan saja. Gampangnya, berapa jumlah saudara kita yang masih berada di daerah seperti itu? Apakah sampai 50% total suara keseluruhan? Tentu tidak bukan?

Taroklah misalnya cuma 5% saja. Nah, terserah saja, apa mau masih dipakai sistem klasik coblosan manual kayak selama ini?

Atau sedikit beralih pakai sistem semi otomatis yaitu didatangi petugas dgn TPS online, pasang antena parabola di pedalaman tembak ke satelit.

Atau daerah polosok itu mau dimajukan sekalian dengan percepatan teknologi modern. Bisa juga kan?

Pendeknya, era digitalisasi dan online bakalan menggusur semuanya. Itu jadi hal yang pasti terjadi, cepat atau lambat.

Ke depan, pemilu cukup klik satu tombol dari rumah sambil pakai kain sarung dan makan singkong rebus. Biarkan komputer menghitungnya dan saat itu juga ketahuan siapa pemenangnya.

Kalau semua sistem sudah berjalan, mau pemilu sehari tiga kali kayak minum obat pun gak jadi masalah. Tidak butuh biaya cetak ini dan itu. Suara tidak perlu dikawal-kawal segala.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat, Lc.,MA

NOTE - Semua yang saya tulis cuma hayalan belaka, selama tidak ada yang mendukung dan masih nyaman dengan sistem purbakala.

Tuesday, June 25, 2019 - 09:45
Kategori Rubrik: