Dzurriyah Nabi yang Ini Menyesal? Ah Ngimpi Kali Ya

Ilustrasi
Oleh : Prasetyo BoediFrast
Kalau terdesak dan ketakutan yang biasa bibib lakukan adalah taqiya & kabur, itu sudah sekian lama saya perhatikan ketidak konsistenan narasi yang di buat oleh lulusan (yg konon cumlaude??) Universitas di Riyadh saudi--entah berapa puluh kali FPI dan junjunganya berbohong di hadapan kaum inlander jajahan mereka di +62.
Dari dukungan ke ISIS, HTI, ajakan makar ke pemerintahan yang sah bahkan sampai ajakan merubah konstitusi Negara kerap kali di lontarkan oleh bibib dan petinggi ormas ini orasikan di hadapan publik terang-terangan.
Akan tetapi biasanya kalau pemerintah dan masyarakat sudah mulai bereaksi -- tiba2 narasinya menurun jadi lemah lembut dan pasang muka innocent ---tapi biasanya akan kumat lagi aksi caci maki, intoleransi, persekusi di ulangi lagi.
Kapoknya seperti kapok sambel--berhenti sebentar setelah kepedasan --tapi beberapa saat setelah pedasnya hilang aksi brutalnya kembali terulang.
Dan anehnya Aparat Negara dan Negara sepertinya memaklumi perbuatan brutal mereka dan seperti orang goblok biasanya menerima permintaan maaf mereka dan meredamnya --seolah-olah tidak pernah ada kejadian apa-apa.
Lha kok bisa aparat dan negara bisa begitu??? Kalau era SBY mah publik udah tau mereka emang di pelihara seperti yang terungkap oleh wikileaks emang "attack dog"-nya polisi dan BIN.
Dan untuk era Jokowi ini ; bau-baunya sih sama saja , di redam isyunya dan di biarkan bebas berkeliaran.
 

NB: Maaf biarpun permintaan maaf itu keluar dari mulut dzuriyah nabi yang konon suci punya stok syafaat memasukan inlander ke jannah kelak-- tapi maaf seribu maaf saya tidak percaya penyesalanya itu -- tapi kalau permintaan maafnya kemudian di ikuti seruan pembubaran FPI atau minimal menyatakan dirinya keluar dari FPI --Nah disitu baru saya percaya-- apalagi kemudian ditambah mau bertanggung jawab dgn status Firza --hmm saya pasti makin yakin dengan penyesalan beliau. (maaf biarpun inlander saya menolak di bego-begoin sama kasta dzuriyah)

 
Sumber : Status Facebook Prasetyo BoediFrast
Saturday, December 5, 2020 - 12:45
Kategori Rubrik: