Dunia Medsos, Cacian wujud Pelarian Orang Stress

ilustrasi

Oleh : Rahel Yosi Ritonga

Di dunia maya ini banyak orang sibuk memperhatikan kehidupan orang lain.
Well, of course that is the purpose of social media... buat liatin segala sesuatu tentang orang lain.
Aku juga gitu kok... Masa ngeliatin akun sendiri?

Kalau berfaedah dan bermanfaat, misalnya jadi belajar sesuatu dari orang lain, jadi terhibur, jadi pengen beli sesuatu karena orang itu pakai juga (kita jadi berkat buat orang lain juga karena ngelarisin dagangan mereka, why not??), itu nyenengin banget.
Kita happy, yang kita follow-in happy juga.

Tapi aku perhatiin, banyak juga yang ngikutin hidup orang lain abis itu malah jadi kepo unfaedah, jadi iri dengki, jadi julid, malah jadi baper.
Tiba-tiba berubah jadi penyakit hati: ga suka aja liat orang lain happy, simply because sebenernya diri sendiri belum bisa se-happy orang yang kita dengki-in.

Untuk ukuran orang yang membuka dirinya kepada public, beberapa kali aku menangkap basah beberapa akun yang follow aku adalah akun bodong.
Post nya zero, follower zero, following zero. Jenis akun-akun yang dibuat hanya buat kepoin or stalking orang.
Bahkan baru-baru ini ada yang nekat neror dengan komen-komen nyinyir nya. Disturbing. Akhirnya karena mengganggu, aku urus ke bagian cyber crime. Ini orang kalau muncul lagi tinggal di-cyduk aja
Poor soul.

The point is, kenapa kadang sadar ga sadar kita sibuk banget julidin kehidupan orang lain sampai itu membawa kita pada level perasaan/pikiran yang negatif?
Sibuk banget merasa sebel karena lihat orang happy, sehat, seru-seruan, sukses, ga sadar kalau ternyata waktu terbuang banyak dengan percuma.
The worst thing is, you try to bring people down to your level of bitterness, ungratefulness, sickness, or unhappiness.
Orang lain udah damai sejahtera, kamu udah sampai dimana sekarang?

Daripada kita stagnant pada titik kenegatifan, sibuklah membuat diri kita bahagia, sehat, dan sukses.
Kalau orang lain bisa membuat diri mereka bahagia menurut standard mereka, kita juga pasti bisa kalau mau berusaha.
Don't waste our time doing stupid things!

Kalau kamu follow kisahku dari beberapa tahun yang lalu, maka kamu akan ngerti bahwa aku berjuang buat kebahagiaanku dan keluargaku.
Aku berjuang buat happy, sehat, dan gimana caranya supaya tetap bersyukur dalam badai hidup.
I fight hard. Gimana dengan kamu?

Sumber : Status Facebook Rahel Yosi Ritonga

Wednesday, January 22, 2020 - 10:15
Kategori Rubrik: