Duh Ngeri, M Nasir Marah dan Ngamuk

ilustrasi

Oleh : Siti Fatimah

Kelakukan M Nasir yang baru saja memaki-maki Dirut Inalum memang bikin geleng-geleng kepala. Orang ini adalah kakaknya Nazaruddin, mantan Bendahara Demokrat yang korupsi Hambalang tempo hari. Dia juga beberapa kali diperiksa KPK. Emosinya yang meluap-luap itu ternyata tidak diimbangi kemampuan isi kepalanya. Orang ini memang terlihat arogan. Mentang-mentang anggota dewan, ia ingin menunjukkan kekuasaan. Kalimat-kalimat yang dia lontarkan seolah-olah menganggap seorang Dirut itu rendahan, tidak selevel dengan dirinya.

Persoalannya sebenarnya terkait hutang Inalum. Perusahaan ini adalah induk dari perusahaan pertambangan. Karena kemarin Inalum mengakuisisi Freeport, maka ia butuh modal. Jalan keluarnya dengan cara mengajukan Global Bond di pasar modal.

Yang lucu disini adalah pemahaman M Nasir. Orang ini padahal adalah pengusaha. Tapi ternyata pemahamannya soal pasar modal begitu jebloknya. Ia menyamakan surat utang di pasar modal itu dengan utang bank. Berkali-kali M Nasir menanyakan soal jaminan. Lalu dijawab sama Dirut Inalum, jaminannya adalah kepercayaan. Karena memang begitulah mekanisme di pasar modal. Mereka yang percaya pada satu perusahaan tak perlu jaminan aset, karena nama baik perusahaan dan pihak penjamin (underwriter) dipertaruhkan di sini. Itu jauh lebih bernilai dari nominal aset. Apalagi ini perusahaan negara. Ya pasti beres.

Beda halnya dengan bank yang perlu jaminan aset sebelum memberikan kredit. Pasar modal itu arena pertarungan bebas. Risikonya besar, untungnya juga besar. Dan ini sudah berlaku sejak zaman baheula. Semua orang yang punya akses internet sedikit banyak pasti mengerti soal ini. Tapi M Nasir ini seperti baru keluar dari goa persembunyiannya. Sudah dijelaskan begitu, dia masih muter-muter nyari alasan. Tujuannya memang ingin menjegal sang Dirut. Dia sengaja nyari celah. Supaya salah, supaya dijadikan lelucon. “Wah anggota dewan itu hebat sekali, berani ngusir Dirut!” Begitu mungkin yang diimajinasikannya.

Padahal sebenarnya dia ini gak paham dengan pertanyaan yang dia ajukan sendiri. Orang gak ngerti masalah, tapi ngeyel. Untuk menutupi rasa malunya dia marah-marah bak jagoan. Mentang-mentang lagi ada di kandangnya. Partai Demokrat memang sedang mengalami kejatuhan yang menyedihkan. Kemarin anak papi yang membidik Denny Siregar supaya dipenjara, sekarang kadernya bikin malu seluruh dunia. Hari gini gak paham mekanisme pasar modal?

Di zaman internet ini mestinya jadi orang ya gak harus bego-bego amat. Apalagi ini anggota dewan yang kerjanya cuma dua: nyocot dan ngorok. Ada banyak waktu luang yang bisa digunakan untuk belajar, cari tahu. Jangan cuma buat browsing video porno seperti kader PKS dulu. Beginilah kualitas politikus kita. Mereka orang-orang yang tak menguasai bidangnya. Tapi dijadikan pengawas. Bagaimana mungkin mengawasi persoalan yang tak mereka pahami? Dagelan ini mestinya diselesaikan sejak perekrutan kader partai. Hanya orang berkualitas yang boleh masuk. Minimal memiliki kecerdasan rata-rata manusia.

Tapi seperti kita tahu, kejayaan Demokrat adalah masa lalu. Perlahan-lahan partai ini mengalami penciutan, kemunduran. Kualitas dan integritas kader-kadernya dipertanyakan. Hari ini kita hanya akan melihat kisah-kisah heroik yang salah tempat dari partai tersebut. Seperti M Nasir yang marah-marah tak jelas sebab kedunguannya sendiri. Sedih dan sungguh pilu, namun itu sekaligus lucu..

Sumber : Status Facebook Siti Fatimah

Friday, July 3, 2020 - 10:15
Kategori Rubrik: