Droplet

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Saya yg bhs inggrisnya cuma sampai ujung kuping, bacapun sangat jauh dari ngerti, maka kl ada artikel dlm bhs asing sy tgg anak sy yg baca, baru nanti dia jelaskan ke sy.

Semalam ada anak muda mampir ke rumah, kami di briefing mslh droplet, sama seperti lock down di kumandangkan, awalnya kita juga mikir ini mau apa, dan sampai skrg kuping kampung seperti sy jg msh asing, blm lagi ada social distancing, dan physical distancing, kalau sempat ngerti dua jam kemudian lupa lagi, dan saya yakin inilah yg terjadi saat ini. Nah si anak muda yg kepedean itu ternyata menyampaikan hal yg salah kepada kami, hal-hal seperti ini yg hrs diwaspadai jgn sampai kt jadi makin anggap enteng kpd virus dgn siklus 100 tahunan yg berganti nama itu kita anggap tamu mulia, gak taunya dia gigit leher kita.

 

Droplet ternyata bukan semburan air ludah yg nempel diujung hidung atau yg hanya mampir dan hilang, dia bisa mengecil sampai ukuran 5mikron, gampangnya kalau bakteri itu pakai angka ukuran 1000, nah virus itu cuma 20, atau 0,02% nya bakteri, shg saat ada yg bersin, partikel halusnya itu yg terbang kemana-mana. Khususnya dlm ruangan. Jadi jgn bilang kalau gak kena muncratan liur ke ujung hidung gak apa-apa. Jgn bilang yg gak sakit gak perlu pakai masker, pakai masker adalah tindakan pencegahan.

Jadi, tetaplah berhati-hati. Kita adalah bangsa yg blm pernah terserang kepahitan serangan virus, sementara China, Korea, Taiwan pernah merasakan flu, burung sampai flu babi, MERS, SARS. Makanya mereka lebih siap dan cepat mengatasinya. 

Italia, Spanyol, dan Eropa serta Amerika pada umumnya, sama seperti Indonesia. Tidak ada pengalaman diserang virus secara massif, makanya negara diatas dan kita pasti tidak siap. Apakah kita saat ini akan sama seperti mereka yg pada awalnya dulu dilumatkan oleh virus, baru kemudian mereka siap karena sadar sakitnya dulu pernah mereka rasakan.

SIKAP KITA SEKARANG HARUS BELAJAR DARI MEREKA. KITA SIAP ATAU KITA BAKAL GAGAL TOTAL KARENA KITA BEBAL.

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Tags: 
Tuesday, March 31, 2020 - 22:00
Kategori Rubrik: