Drama Yang Tercoblos

ilustrasi

Oleh : Uster B Kadrison

Berita-berita bohong atau hoax terus bergulir dalam minggu-minggu belakangan ini. Disinyalir dilakukan oleh kubu sebelah yang popularitasnya terus menungkik berdasarkan hasil survey lembaga terpercaya dari dalam dan luar negeri. Berita-berita dusta yang sengaja mereka lontarkan untuk membangun narasi kalau akan ada kecurangan dalam pemilu nanti. KPU sebagai badan penyelenggara dihantam habis-habisan supaya menjadi menjadi tidak dipercaya alias didelegitimisasi.

Yang terakhir beredar adalah tentang surat-surat suara yang sudah tercoblos dengan memilih pasangan calon nomer urut satu dan partai tertentu. Dilakukan di Selangor, Malaysia dalam suatu peristiwa yang ‘katanya pengrebekan’ dan ditemukan surat suara yang sudah tercoblos hingga mencapai puluhan ribu. Surat-surat suara ini jika benar asli, seharusnya dikirimkan ke pemilih yang sudah terdaftar sah melalui pos satu persatu. Tapi tampaknya ada sesuatu yang terjadi sehingga surat suara ini ditangguhkan dan disimpan oleh sebagian orang untuk melakukan kecurangan dalam pemilu.

 

Dalam suatu video yang beredar tampak dua wanita sedang asyik dengan santainya mencoblos surat suara dan memasukkan ke dalam amplop yang tersedia. Apa mereka memang sengaja mejeng untuk di ekspos atau video itu dibuat untuk kepentingan kelengkapan laporan kepada pemesan untuk menagih pembayaran nantinya. Karena sangat tidak masuk di akal seseorang rela divideokan saat sedang melakukan suatu tindakan yang melanggar hukum dan tata susila. Kecuali si babang yang kemaren bersempak merah, kalau masalah itu doi memang niat soalnya lagi mencari pasangan buat pedangnya yang udah lama nga diasah.

Kabarnya surat-surat suara ini ‘diketemukan’ oleh seseorang yang mengaku berasal dari partai mercy berkarat. Dalam narasi yang dilontarkan olehnya meminta pengusutan yang tuntas oleh pihak aparat. Disertai ancaman untuk menduduki KBRI di Malaysia dengan akan membawa serta 34ribu umat. Hadeeh.. bikin sendiri, nemuin sendiri, ribut sendiri bagaikan permainan jorok yang seperti kotoran yang keluar dari pantat.

Mbahwaslu di sana kemudian memberikan klarifikasi kalau saat pengrebekan para pelaku sudah melarikan diri. Tapi sebelum ‘menghilang’ para pelaku sempat berbaik hati memberikan sedikit informasi. Katanya setiap surat suara diberikan upah 50 sen tidak kurang dan tidak lebih. Aduh ibu, yang bener atuh, katanya sudah melarikan diri tapi kok masih sempet-sempetnya ngobrol dulu sana sini.

Dari video terlihat ada anak-anak kecil dan menurut Mbahwaslu, lokasi ini ada dikediaman yang dihuni oleh beberapa keluarga WNI. Ah, jadi nga perlu repot-repot lagi dong untuk mencari-cari para pelaku yang melarikan diri. Identitasnya kan mudah diketahui, masak iya semua diajak buron termasuk anak-anak, laki dan bini. Tinggal dicyduk aja nih, marilah duduk menunggu dengan manis jadi pengen tahu akhir dari drama komedi ini.

Tapi memanglah netizen Indonesia adalah detektif yang super melebihi Sherlock Holmes.
Si mbak-mbak dari Mbahwaslu kecyduk kalau kabarnya merupakan simpatisan partai pecinta selangkangan yang mempromosikan threesomes. Dan juga ada photonya lagi mejeng dengan pose dua jari tanda colok dubur. Wuelleh.. mbak, kan seharusnya sampeyan netral tidak memihak, kok iki malah ngelantur.

Ada lagi cerita dusta tentang penghitungan suara yang sudah dilakukan di luar negeri dengan kemenangan paslon nomer undi dua. Padahal nyoblos aja belum, dan surat suara yang dikimkan lewat pos oleh para pemilih masih dalam perjalanan ke tujuannya. Selain itu jauh-jauh hari kakek tua dari Jogja sudah mengancam akan menggerakkan massa jika ternyata nanti mereka kalah. Semua ini hanya permainan mereka belaka cuma untuk membuat supaya KPU tidak lagi dipercaya.

Selain membangun pemikiran kalau nanti mereka akan dicurangi, kubu sebelah juga selalu ‘playing victim’, bermain sebagai pihak yang pura-pura menjadi korban. Si capres sebelah ngomel-ngomel mengatakan tidak boleh berkampanye di tempat strategis seperti di Simpang Lima, Semarang. Padahal KPU memang sudah memutuskan tentang lokasi kampanye yang diperbolehkan, dan bahkan untuk paslon kosong satu juga dilarang. Ah, kampret mah sakti boleh dimana aja, seperti yang terlihat sholat berombongan di atas rel kereta api di Solo, kalau ntar kereta datang, keretanya yang harus rela menunggu di belakang.

Tabik.

Sumber : BUsterKadrisson.com

Friday, April 12, 2019 - 09:15
Kategori Rubrik: