Drama Wan Afuyy

ilustrasi

Oleh : Agung Wibawanto

"Reklamasi itu ngurug lautan. Kalau laut diurug pasti menghambat air laut masuk ke bumi. Semua air laut itu sunatulloh masuk ke bumi, jadi bukan diurug. Itu melawan sunatulloh, laut kok diurug?" Terang Gubernur Wan Afuuy di sebuah tayangan video seorang yutuber.

"Trus kalau di Ancol jadinya gimana, boss? Kan butuh perluasan supaya dapat pemasukan yang lebih, gitu...," tanya Supen. "Nah, kan sudah ente jelasin sendiri. Kalau di Ancol itu butuh perluasan kawasan, jadi bukan reklamasi. Beda... beda... meski teknisnya sama," jawab Wan Afuuy lagi.

"Jadi gak haram hukumnya ya, boss? Gak melawan sunatulloh, kan?"--"Ya tentu tidak. Kita tidak reklamasi. Tidak ngurug laut.

Kita cuma menimbun hasil kerukan kali dan waduk, sekalian agar kawasan lebih luas. Jadi sekali lagi bukan reklamasi, apalagi meneruskan ide Ahok. Nehi nehi nehi...," tambah Wan Afuuy.

"Tapi negara-negara di Timur Tengah banyak yang reklamasi seperti Uni Emirat Arab dan Dubai. Berarti mereka juga melawan sunatulloh?" Si Otong gak tahan nyeletuk. Wan Afuuy terdiam sejenak. Dia mengingat-ingat, sepertinya tidak ada dialog ini dalam transkrip naskah yang ia terima.

"Bahluuuul...!" Wan Afuuy teriak.

"Cut cut cut...!" Sutradara membalas.

Si Otong sambil berlari sempat berteriak, "Pikniknya yang jauhan dikit kuuuuuuy...!"

Sumber : Status facebook Agung Wibawanto

Tuesday, July 14, 2020 - 11:00
Kategori Rubrik: