Drama KPK Bergincu yang Sedang mengalihkan Isu

Oleh : Rudi S Kamri

Melihat dan menyimak goyang para pimpinan dan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhir-akhir ini, saya bingung, KPK itu sebuah lembaga negara yang dibiayai oleh uang negara dan pajak rakyat atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ya ????

Jujur melihat lagak lagu mereka dalam menyikapi usul inisiatif revisi UU KPK oleh DPR, saya tiba-tiba kehilangan kebanggaan terhadap lembaga KPK yang dulu sangat saya banggakan. Saat ini mereka tak ubahnya seperti demonstran jalanan yang mengais dukungan dengan menjual harga diri, marwah dan kehormatannya sebagai lembaga negara yang prestisius. Mereka menjual murah intelektualitas mereka hanya karena ingin mengusung kepentingan tersembunyi yang sedang diperjuangkan oleh sebagian pegawai KPK untuk menguasai lembaga itu.

 

Isu pelemahan KPK bagi saya hanya omong kosong. Mereka seharusnya jernih melihat niat baik dan usaha keras dari Presiden Jokowi yang tetap concern untuk penguatan institusi KPK. Tapi mereka sengaja membutakan diri atas niat baik Presiden. Bagi saya apabila pimpinan dan pegawai sebuah lembaga negara melawan niat baik Kepala Negara yang kukuh mengajak mereka untuk tetap dalam rel konstitusional, adalah sebuah pembangkangan dan pengkhianatan terhadap negara. 

Kita dan negara tidak boleh tunduk oleh kebrutalan mereka. Meskipun mereka didukung oleh berbagai kelompok masyarakat, LSM atau akademis sekalipun, atas nama kehormatan dan kewibawaan negara, kita harus melawan dan membungkam mereka. Kita tidak boleh membiarkan oknum-oknum KPK yang dimotori faksi Taliban merajalela memaksakan kehendak mereka. Pilihan untuk mereka hanya dua : tunduk dalam aturan main konstitusi atau mereka hengkang meninggalkan KPK. Kita tidak boleh membiarkan kaum pembangkang yang masih lahap makan uang negara menghina Kepala Negara seperti yang dilakukan dilakukan Novel Baswedan berkeliaran menguasai KPK.

Sebenarnya para pimpinan atau pegawai KPK mudah saja menyikapi rencana DPR RI untuk merevisi UU KPK. Siapkan naskah akademik atau argumentasi ilmiah untuk memberikan masukan kepada Presiden. Meskipun tanpa masukan dari mereka pun Presiden Jokowi sudah tahu pasti akan tetap kukuh berniat memperkuat KPK. Mereka jangan sok bermanja ria dengan alasan tidak dipanggil Presiden. Seharusnya mereka pro aktif memberi masukan kepada Presiden, jangan malah teriak-teriak di pinggir jalan meminta dukungan masyarakat. 

Mereka harus sadar diri bahwa masyarakat Indonesia saat ini sudah jernih melihat persoalan. Kita sudah tahu bahwa ada agenda terselubung yang ingin mereka perjuangkan. Jadi jangan harapkan dukungan masyarakat sebesar seperti dulu saat KPK masih murni dan asli. Masyarakat Indonesia melihat KPK saat ini sudah banyak polesan dan tambal sulam kepentingan disana-sini. KPK saat ini sudah bergincu menor dan berdandar norak yang disamarkan dengan narasi palsu.

Saya menduga keras ada agenda lain yang ingin disampaikan secara tersamar oleh para pegawai KPK yang dikomandani Novel Baswedan. Saya menduga keras tujuan utama mereka sebenarnya adalah menolak Pimpinan KPK yang baru dipilih oleh Komisi III DPR RI. Sosok Firli Bahuri seorang jenderal bintang dua Polisi sebagai Ketua KPK Terpilih yang pernah menjadi Direktur Penindakan KPK adalah momok menakutkan bagi faksi Taliban KPK. Karena bagi mereka, Firli Bahuri dianggap tahu persis kongkalikong dan dapur KPK. Hal ini dianggap merupakan ancaman serius bagi eksistensi fakti Taliban dalam menguasai KPK. Untuk itu mereka terus menggoyang isu pelemahan KPK.

Saya hanya mengajak rakyat khususnya kaum akademisi dan kaum intelektual untuk jernih melihat masalah dan mau menelisik agenda terselubung yang sedang mereka perjuangkan. Jangan sampai kita termakan cerita drama bergincu yang sedang dimainkan oleh kelompok faksi Taliban KPK. Kita jangan mau dipecah belah oleh provokasi dan narasi yang mereka teriakkan di jalanan. 

Sekali lagi saya tetap meyakini isu pelemahan KPK hanya cerita halusinasi tingkat dewa yang sengaja mereka mainkan. Kita tahu sebenarnya tujuan mereka bukan itu. Karena kita semua termasuk Presiden Jokowi, sama-sama punya tujuan sama untuk memperkuat KPK. Justru bagi saya dengan semua manuver dan drama yang saat ini mereka mainkan merekalah yang sedang melemahkan KPK.

Kita tidak boleh tertipu dengan mulut manis kadal gurun yang sedang menyaru menjadi burung Garuda yang santun. 

Salam SATU Indonesia
15092019

 

(Sumber: Facebook Rudi S Kamri)

Sunday, September 15, 2019 - 19:45
Kategori Rubrik: