Drama Audisi Calon Menteri

ilustrasi

Oleh : Rudi S Kamri

Saat melihat tayangan di beberapa TV swasta pagi ini tentang beberapa orang terkenal memakai baju putih datang ke Istana Negara, saya teringat 10 tahun yang lalu. Waktu itu Presiden SBY melakukan hal sama, cuma tempatnya di Istana Cikeas Bogor. Waktu itu beberapa orang datang dengan muka berseri-seri dan langsung menjadi santapan media. "Pasti jadi Menteri", kata hampir semua orang waktu itu.

Jadi tidak aneh kalau kemudian rumah mereka dibanjiri karangan bunga papan ucapan selamat dari kolega dan para pebisnis yang terkait dengan kementerian yang dimaksud. Hal ini juga terjadi di kediaman Prof. Dr. dr. Nila Moeloek. Rumahnya dibanjiri karangan bunga ucapan selamat berderet di pagar rumahnya. Karena dipastikan dia akan menjabat sebagai Menteri Kesehatan di Kabinet Pemerintahan SBY jilid 2. Namun apa yang terjadi ? Saat pengumuman kabinet di Istana Negara yang dibacakan Presiden SBY, nama Nila Moeloek tidak disebutkan. SBY justru memlih Dr.PH Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH. sebagai Menteri Kesehatan waktu itu.

Bisa Anda bayangkan betapa malu dan tersinggungnya seorang Nila Moeloek dan keluarganya waktu itu ?

Kali ini Presiden Jokowi melakukan hal yang sama di Istana Negara. Proses penunjukan Menteri dalam kabinet kerja jilid 2 dilakukan dengan model drama. Ada Mahfud MD, Christiany Eugenia Tetty Paruntu, Nadiem Makarim, Erick Thohir, Wishnutama dan lain-lain, datang ke Istana secara terbuka dan tentu saja menjadi santapan pers dan bahasan di group-group WA. Entah apa maksudnya. Saya berharap orang-orang tersebut benar-benar akan ditunjuk sebagai Menteri atau pejabat setingkat Menteri di Kabinet Kerja jilid 2. Mudah-mudahan kasus Muruarar Sirait lima tahun lalu tidak terjadi lagi.

Namun menurut saya tidak harus seperti ini cara penunjukan Menteri atau pejabat setingkat Menteri. Drama media seperti audisi ini seharusnya tidak perlu dilakukan oleh Presiden Jokowi. Ada cara lain yang lebih elegan dan bermartabat yaitu dilakukan dengan diam-diam tanpa perlu kegaduhan. Rakyat Indonesia tidak perlu disuguhkan proses yang penuh dramatisasi. Rakyat Indonesia yang sudah memberi amanah kepada Presiden Jokowi secara penuh, rakyat menurut saya cukup tahu hasil akhir seleksi yang dilakukan oleh Presiden Jokowi beserta Tim Intinya.

Rakyat Indonesia akan siap mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Dan itu menurut saya perlu energi yang besar. Untuk itu selayaknya energi bangsa ini tidak perlu dibuang untuk sesuatu yang tidak bermakna dan tidak bermanfaat. Penunjukan menteri seharusnya tidak perlu dikemas layaknya sebuah pertunjukan infotainment.

Secara pribadi saya lebih menunggu pengumuman resmi Presiden pada hari Rabu, 23 Oktober 2019. Nanti kita akan membuat prediksi apakah Tim Kerja Presiden akan mampu bekerja dengan perform atau tidak. Saya berharap Presiden Jokowi benar-benar mampu menunjuk orang-orang yang tepat untuk membantunya. Sehingga tidak perlu lagi bongkar pasang kabinet seperti periode yang lalu. Karena hal itu akan menghabiskan energi yang tidak perlu dan ujungnya menjadi kontra produktif bagi bangsa ini.

Semoga harapan saya tidak sia-sia.

Salam SATU Indonesia

Sumber : Status Facebook Rudi S Kamri

Wednesday, October 23, 2019 - 11:30
Kategori Rubrik: