dr Li Wen Liang, Penemu Corona yang Tragis

ilustrasi

Oleh : Mila Anasanti

dr. Li Wen Liang, masih muda, berusia 34 tahun. Beliau adalah orang pertama yang menunjukkan kecurigaannya akan penyakit infeksi yang akan menular dengan cepat sejenis SARS. Pada saat itu dia mewarning rekan sejawatnya di sebuah group online karena menangani pasien yang terkena 2019-nCoV (yang saat itu belum teridentifikasi).

Sayangnya warning dia dianggab tidak berdasar, dan berpotensi mengakibatkan kepanikan. Sampai akhirnya dia dipanggil dan diancam untuk berhenti menyebarkan rumor, kalau tidak akan disanksi dan diberhentikan.

Banyak warga China menyayangkan kenapa pemerintah China tidak segera menanggapi serius warning dari dr. Li Wen Liang, karena kalau segera dicegah mungkin persebarannya tidak akan secepat sekarang.

Tak berapa lama, setelah 2019-nCoV merebak dan terbuktilah ucapan dr. Li Wen Liang, otoritas pemerintah China menyampaikan permohonan maaf.

Sayangnya, akibat menolong pasien-pasiennya yang terkena 2019-nCoV, dr. Li Wen Liang mendiagnosis dirinya sendiri tertular pada tanggal 30 January kemarin. Dan qadarullaah, 2 hari yang lalu dia meninggal sebagai korban 2019-nCoV di saat istrinya hendak melahirkan anak ke-duanya.

Kematian dr. Li Wen Liang menuai banyak kritik dari rakyat China tentang kebebasan berpendapat yang sering dibungkam oleh pemerintahnya.

Kasus serupa sempat terjadi ketika dunia internasional menyalahkan 'tertutupnya' China akan kasus SARS-2003. Belajar dari kasus SARS-2003, China lebih terbuka terhadap 2019-nCoV, meskipun masih belum memenuhi harapan rakyatnya.

https://www.nytimes.com/…/chinese-doctor-Li-Wenliang-corona…

Sumber : Status Facebook Mila Anasanti

Sunday, February 9, 2020 - 12:00
Kategori Rubrik: