DPR Koq Celamitan

ilustrasi

Oleh : Karto Bugel

Arogan, mungkin itu adalah istilah yang tepat bagaimana menggambarkan kelakuan adik koruptor kakap Nazarudin Bendum Demokrat yang kebetulan juga jadi anggota DPR dari demokrat ini.

Dengar pendapat dengan dirut Inalum berakhir dengan pengusiran sang dirut.

Saat penjelasan tentang Global Bond, tiba-tiba si Nazir interupsi, jadilah ribut, jadilah si anggota DPR ini ngamuk gegara berasa pangkatnya terlalu tinggi dieyelin sama sekelas direktur. Diusirlah si dirut.

Sangat mungkin si Nazir ini ga ngerti apa itu global bond, tapi karena mentalitas bawaan, dan brasa pangkatnya lebih tinggi, gengsilah dia.

Untuk menutupi kekurangannya, bentak-bentak mungkin adalah cara sempurna memberi sinyal siapa dia dihadapan sang dirut.

Sepertinya sih normal ya kalau dia ga ngerti apa itu global bond? Lha bukankah dulunya dia cuma peternak? Berapa besarnya dia punya peternakan juga ga banyak orang tau. Mungkin sekelas jual ayam dipasar siapa yang tahu?

Global bond, pasti dia bingung. Yang dia tahu, ngutang ya harus punya agunan. Mungkin segitu aja ilmunya, tapi karena dia anggota DPR, dia punya privilege gebrak-gebrak meja to?

Sempat diskors, akhirnya dengar pendapat dilanjutkan dan...oalaaah...,ujung-ujungnya dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau dana tanggung jawab sosial perusahaan yang dijadikan obrolan. https://www.kompas.tv/…/usai-marah-dan-usir-bos-inalum-saat…

"Siapa sih si doi ini koq jagoan banget?"

Belum lama ini, celamitan juga dia lakukan saat dengar pendapat dengan Dirut Pertamina Nicke Widyawati.

Terang terangan tanpa malu dia berkata kepada ibu dirut " ini kita sudah masuk sidang pertama, pulang ke dapil gak bawa apa-apa. Jadi kita minta, apa kita buat polanya seperti tahun lalu, kira-kira seperti apa bu dirut?" https://m.goriau.com/…/ini-profil-muhammad-nasir-anggota-dp…

Dalam rangka dugaan penerimaan gratifikasi Dana Alokasi Khusus (DAK), ruangan dia sebagai anggota komisi VII DPR juga pernah digeledah KPK tahun lalu.

Ditahun 2011, dia juga pernah diperiksa KPK sebagai saksi dalam dugaan kasus korupsi Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang melibatkan istri Nazarudin, Neneng Sriwahyuni dan Neneng divonis hukuman 6 tahun penjara dan denda 2.6 M.

Aahh...,segitunya kamu sir?

Sumber : Status Facebook Karto Bugel

Sunday, July 5, 2020 - 11:45
Kategori Rubrik: