Dosa Besar Koh Ahok

Oleh: Ali Valentino

Belum ada Gubernur di Indonesia yang diperlakukan begitu diskriminatif selain koh Ahok. Mengapa? Yang aku amati sikap tidak adil terhadap Koh Ahok BUKAN karena beliau keturunan Tionghoa dan beragama Kristen saja. Tetapi yang lebih utama karena Koh Ahok adalah Gubernur pendatang yang sedang berusaha merusak dan menghancurkan tatanan yang sudah berjalan mulus dan rapi di Ibu kota (Jakarta).

Seharusnya Koh Ahok sebagai gubernur, memelihara, mengikuti, menjaga atau memperlancar tatanan yang sudah berjalan selama ini, bukan malah merusak apalagi menghancurkannya. Inilah salah satu “dosa” besar yang dilakukan Koh Ahok. Sebagai Gubernur apalagi pendatang seharusnya Koh Ahok membiarkan tatanan yang sudah selama ini berjalan.

Salah sendiri, semestinya Koh Ahok ikut memelihara hubungan para pejabat dengan para mafia dan preman. Mengikuti tradisi para pejabat dalam menilep anggaran. Mengikuti budaya para pejabat dalam membengkakkan angka anggaran proyek demi keuntungan. Bila perlu memfasilitasi lagi seluruh keinginan mereka untuk memperkaya diri. Bukan malah merusak apalagi menghancurkan harapan-harapan mereka yang ingin kaya 7 turunan.

Cobalah Koh Ahok intropeksi diri lagi, biarkanlah para pejabat itu korupsi, jangan ditentang apalagi dilawan. Aku tahu Koh Ahok memiliki keberanian melebih Macan, tapi agar tidak dimusuhi tidak ada salahnya jika dirubah menjadi Kucing Dapur. Manut dan nurut dengan semua keinginan mereka.

Contohlah gubernur-gubernur daerah lain, terutama yang dari “Partai sok Islam”, biar daerah mereka ditenggelamkan banjir dan nyawa rakyatnya melayang seperti di Sumatera Barat, Padang, Bangka Belitung atau Jawa Barat, Gubernur-gubernur tersebut tidak akan dikritisi apalagi dimusuhi. Paling komentar mereka itu semua musibah dari Tuhan jadi rakyat diminta bersabar.

Beda dengan Koh Ahok, meskipun di Jakarta sudah tidak ada lagi banjir yang menenggelamkan rumah penduduk hingga berminggu-minggu lamanya seperti yang lalu-lalu, Jakarta jauh lebih bersih, tertib, semua fasilitas mudah, rakyat Jakarta yang miskin banyak terbantu dengan program-program gratis dari mulai kesehatan, pajak (PBB), pendidikan (Mulai Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi). Belum lagi Koh Ahok berhasil mengembalikan aset-aset negara yang selama ini disalah gunakan dan dikuasai mafia dan preman, tapi tetap saja Koh Ahok disalahkan bahkan dikambing hitamkan, bila tidak ada kambing hitam, kambing putihpun mereka akan cat hitam.

Bila Koh Ahok bersedia bercincay-cincay ria dengan mereka, aku yakin mereka tidak akan lagi mempermasalahkan Koh Ahok ini Kristen atau Tionghoa. Mereka itu hanya ingin dibebaskan jadi perampok uang rakyat, kasihanilah mereka Koh ! Mereka dan keluarganya bisa kesurupan bila sehari saja tidak makan Lobster. Percaya deh sama aku Koh

Sumber: Facebook Ali Valentino

Thursday, February 25, 2016 - 17:00
Kategori Rubrik: