Donald Trump KW

ilustrasi

Oleh : Harun Iskandar

(Ada Yang Bengak-Bengok ? Lawan Saja ! 

Hello Swing-Voters . . .
Masih ingat Pilpress Amerika taun 2016. Yang 'cuma' bengak-bengok tapi bisa menang ?

Nah, disini 'katanya' cara dan polanya mau ditiru. Istilah keren-nya, 'Firehose of Falsehood'. Bohong saja terus, siapa tahu, ya siapa tahu para pemilih bisa percaya.

'Siapa tahu', karena keberhasilannya tidak bisa seratus persen. Bahkan bisa 'melorot' sampai 'nol' persen. Ndak ada yang percaya ! Kecuali pemilih 'fanatik'nya.

Dan sama sekali bukan masalah 'bodoh' atau 'pinter' para calon pemilih. Orang Amerika kurang pinter apa . . . .

Trump munculkan isu 'ras" dan 'anti-islam'. Apa saja diteriakkan asal 'bau' ke-dua isu 'utama' itu. Melarang warga beberapa negara Muslim masuk ke Amerika. Bangun tembok perbatasan dengan Mexico, dll.

Sama sekali bukan isi dan isu kampanye yang perlu 'daya pikir' untuk mencerna, tapi hanya perlu 'emosi'. Kalau sudah pakai 'emosi' sepinter apapun yang jadi 'lemot' 

Contoh. Setelah peristiwa 9/11, isu2 yg bisa munculkan Islamphobia sangat manjur. Orang ndak akan mau dan sempat mikir, 'itu bukan ajaran Islam' atau 'tidak semua Muslim begitu'.

Dan jangan lupa sistim Pilpres Amerika pakai 'Suara Electoral', bukan 'One Man One Vote' kayak kita. Setiap negara bagian diberi 'jatah' sekian suara electoral, sesuai jumlah penduduknya. Total ada 538 suara electoral.

Yang 'ndak enak' hampir seluruh negara bagian, kecuali Nebraska dan Maine, pakai sistim suara terbanyak akan dapat seluruh suara electoral. The Winners takes all.

Negara bagian New-York, misalnya, karena suara Trump lebih banyak dari Hillary, berapa pun selisihnya, suara electoral jatah New-York yang 29, semua 'digondhol' Trump.

Padahal kalau pakai sistim 'kita', Nyonya Clinton bisa menang. Wong secara Nasional peroleh suara lebih banyak, 48 persen. Sedang Trump 'cuma' 45 persen . . .

Si Bolsonaro dari Brasil juga begitu. Gelontor isu 'Komunis' dan 'anti-Islam'. Menang juga. Jadi presiden. Persis kayak Trump di Amerika polanya.

Waktu dilantik, Kuba yang 'komunis' ndak diundang. Kedubesnya pun segera dipindah ke Yerusalem . . . 

Kita ? Justru itu . . . 
Ini Indonesia, Bung ! 

Isu yang dipakai pun nyaris sama. PKI dan Anti-Islam. Namun segera 'patah'. Boleh dibilang ini sebagian besar 'jasa' kaum Nahdliyin.

Jokowi yang 'digandeng' dan 'nggandeng' Wong NU mana bisa sekaligus jadi anggota PKI dan Anti-Islam

Yang pro-Jokowi ada yang sampai takut2 bicarakan 'kebohongan' lawan politik. Katanya, 'Semakin di-omong-kan makin populer. Cuek-in saja'. Sebegitu takutnya 

Algoritma Trump . . .
Ndak usah takut. 'Cara berpikir' itu pada dasarnya cuma laku pada para 'swing-voters'. Yang masih 'blank'

Orang hanya mau dan percaya semua berita yang 'sesuai' dengan apa yg ada dibenaknya. Bagi anggota ke-dua kubu yang 'fanatik' ndak mempan.

Sudah ada 'pikiran dasar' standar yang tidak mungkin diubah. Kalau ada berita yg tidak sesuai dengan 'kata hati'-nya ya ndak dibaca, alih2 percaya. Disebut 'Filter Bubble' . . .

Sekedar catatan, tahun 2014 Jokowi yang masih kerja 2 tahun buat DKI dan belum didukung secara 'total' oleh NU, sudah menang. Ingat saya 53 persen . . .

Yang tersisa 'cuma' cara narik swing-voter. Ndak banyak. Tapi biar bisa menang 'telak' 

Yang tersisa 'cuma' isu utang, infrastruktur, hasil revolusi mental, otak-atik kredibiltas KPU, harga BBM, kurs Rupiah, bencana alam, . . .

Ini Indonesia, Bung !

Internet dan sosmed sudah jadi menu harian. Jempol lebih lincah dari 'empat' jari sisanya. Karena lebih sering main hp daripada nyentuh tombol laptop 

Setiap ada 'serangan', sekejap pasti muncul 'serangan balasan'. Dan negeri ini penuh orang yang penuh 'canda' dan 'ria-riang'. Tak jarang serangan balasan bisa bikin perut mules, tawa ngakak lepas. Tepat sasaran namun tak lupa canda2an . .

Ini Indonesia, Bung !

Bangsa Pejuang. Bangsa Seniman. Sekaligus Bangsa Periang 

Jangan takut Algoritma Trump. Sembari kita pantau 'arah' facebook. Katanya di Amerika sana otak-atik 'masukan' linimasa.

Tapi jangan takut juga. Indonesia dengan Jokowi sekarang sudah jauh lebih 'disegani' dan 'menakutkan'. Bagi si Marc-facebook juga.

Bangsa yang kaya Sumber Daya Alam, Sumber Daya Manusia yang sak 'hohah', sekarang ada ditangan orang yang 'Tepat'.

Jadi, mari tetap siapkan 'serangan balik' yang ringan dan penuh canda2an.

Pernah lihat 'komedian' asal Surabaya, yang bernama Cak Lonthong ? Sarjana Teknik ITS yang lebih memilih jadi 'pelawak' ini, banyak memberi kita contoh dan pelajaran. Cerdas dan jenaka 

Ini Indonesia, Bung !

Negeri yang punya ribuan bahkan jutaan stok manusia seperti Cak Lonthong . . . !

Pulogebang Permai, Jakarta Timur
Senin Pahing, 11 Februari 2019

Note :
Lupa ucapkan tengkyu kepada yg mbuat gambar di bawah. TK ya, siapa pun anda

Sumber : Status Facebook Harun Iskandar

Monday, February 11, 2019 - 10:15
Kategori Rubrik: