The Dogs of Macca

ilustrasi

Oleh : Bintang Noor Prabowo

salah satu hal yang cukup menarik bagi saya adalah keberadaan anjing di radius jarak pandang dengan Masjidil Haram (Masjid al-Haram), dimana Ka'bah yang menjadi kiblat umat muslim seluruh dunia berada..

berjumpa dengan dua ekor anjing itu sesudah sholat isya' di sekitar Ajyad, tepat berada di jantung kota Mekkah (Mecca), beberapa langkah saja dari salah satu dari tiga masjid suci umat islam..

nampaknya bukan jenis anjing liar, karena terlihat rileks dan tidak takut pada manusia; ribuan jamaah yang 5x sehari pulang pergi Masjidil Haram.. tidak agresif, tidak menggonggong..

banyak sekali salah paham mengenai anjing, khususnya untuk (sebagian) masyarakat indonesia..

anjing seakan-akan dimusuhi.. bahkan digunakan sebagai kalimat umpatan.. 
anjing; asu.. anjing lu; ncen asu owk.. 
jujur saja, terdengar lucu mengumpat orang dengan kata "kucing lu".. 
lebih seperti flirting genit daripada hinaan..

anjing yg tidak salah apa-apa terkadang dilempar batu.. ibu-ibu dan anak-anak kecil sering paranoid sendiri lari kalang kabut kalau berjumpa anjing..

tentunya wajar saja takut pada sesuatu dengan agak berlebihan.. satu teman saya takut sama rambutan.. teman yang lain takut sama nasi.. ada yang takut masuk neraka, yang lainnya takut nggak gajian..

beberapa, karena ketidak tahuan, bahkan menganggap anjing sebagai binatang yang dilarang "agama".. 
jangankan memelihara.. mendekat saja tidak boleh..

padahal sejatinya begini; air liur anjing itu hanya najis.. 
tapi , najis itu bukan berarti harus dimusuhi.. 
najis itu artinya kotor; khususnya kekotoran yang menghalangi melakukan ritual ibadah tertentu..

jadi, kalau kena najis, ya dibersihkan saja..

bukankah darah menstruasi itu juga najis.. 
dan apakah itu pembenaran untuk memusuhi dan menyakiti ibu, istri, anak perempuan, dan wanita yang sedang datang bulan?

berawal dari riwayat mengenai wadah air minum yang dijilat anjing, yang kemudian oleh Nabi diminta untuk dicuci 7x.. 
beberapa madzhab membatasi kenajisannya hanya sebatas liur.. memegangnya boleh..

perintah 7x itu sebetulnya bahasa isyarat untuk membersihkannya dengan sungguh-sugguh..

beberapa orang memperlakukan tatacara 7x secara harfiah.. 
beberapa yg lebih rasional, mencucinya 1x dengan sabun dan antiseptik,yang memang belum ada 1400-tahun yang lalu..

dan perkara air liur, ilmu pengetahuan sudah membuktikan dengan jelas, bahwa setiap spesies yg berliur (punya kelenjar saliva), mempunyai jenis kumannya sendiri.. termasuk air liur anjing..

kalau menurut saya, air liur komodo jauh lebih berbakteri.. sapi yang tergigit komodo, akan mati beberapa hari kemudian karena infeksi, dan komodo tinggal mendatangi dan memakannya..

jadi ada baiknya mencuci bagian tubuh yang terkena air liur, baik anjing, kucing, biawak, ataupun sapi.. bahkan terhadap air liur kawanmu yang sampai ke tubuhpun harus kau cuci 7x (maksudnya: cuci bersih, atau gunakan antiseptik)..

mana kau tahu kawanmu itu mengidap meningitis, herpes, atau TBC..

ada riwayat yang menjadi dasar dan dalil diperbolehkannya memelihara anjing, bahkan menghalalkan memakan langsung binatang buruan anjing tersebut tanpa disembelih lagi, asalkan ketika melepaskannya sambil berucap bismillah..

Dari ‘Adi bin Hatim (radhiyallahu ‘anhu), ia berkata, Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) bersabda:
“Jika engkau ingin melepas anjing (pemburu yang telah dilatih), maka ucapkanlah ‘bismillah’. Jika ia menangkap sesuatu untukmu, lalu engkau mendapati hasil buruan tersebut dalam keadaan hidup, maka sembelihlah. 
Jika engkau mendapati hasil buruan tersebut dibunuh oleh anjing buruan itu dan ia tidak memakannya, maka makanlah hasil buruan tersebut. 
Jika engkau mendapati anjingmu bersama anjing lain dan hewan buruan tersebut sudah ia bunuh, maka janganlah memakannya karena engkau tidaklah tahu siapa yang membunuh hewan buruan tersebut."

jadi fix ya, orang islam boleh memelihara anjing, dengan syarat dan ketentuan berlaku.. 
boleh lho ya.. bukan wajib/harus; bukan pula terlarang sama sekali..

bukankah katanya ada anjing yang dijamin masuk surga, sedangkan kita belum tentu? 
anjing para pemuda dalam kisah Ashabul Kahfi menjadi buktinya..

perkara najisnya, ya dibersihkan saja..

bagaimana jika malaikat konon katanya tidak mau masuk rumah bila kita memelihara anjing?

ambil hikmahnya: (1) memelihara binatang, demi alasan kesehatan, memang sebaiknya tidak di dalam rumah.. (2) kamu akan hidup selamanya, karena malaikat maut nggak mau masuk rumah juga..

tentang anjing di tanah suci Mekkah, Tuhan tidak marah, Anjing senang, Tanah Suci baik-baik saja..

MAU Pintar BERAGAMA? anda wajib memiliki aplikasi ini

Aplikasi belajar agama melalui guru yang bersanad Klik link http://bit.ly/BerkahAlaNUuntuk mendowloadnya!

NB: Aplikasi ini sangat penting agar anda dan keluarga TIDAK RADIKAL klik http://bit.ly/BerkahAlaNU SEKARANG!

Sumber : Status Facebook Bintang Noor Prabowo

Thursday, July 4, 2019 - 11:30
Kategori Rubrik: