DKM Wajib Belajar Fiqih

ilustrasi

Oleh . Ahmad Sarwat, Lc.,MA

Bukan hanya imam masjid saja yang wajib belajar ilmu fiqih, tapi hari ini yang namanya Dewan Kemakmuran Masjid justru malah jadi ujung tombak kepemimpinan masjid.

Lagi ramai-ramai penyebaran virus Corona ini contohnya, banyak sekali pengurus DKM yang kebingungan menghubungi saya. Pertanyaanya itu itu juga, Kita dihimbau menghentikan shalat berjamaah oleh MUI. Apakah harus kita patuhi?

Seandainya pengurus DKM pada belajar ilmu fiqih yang rada beneran, pastinya sudah tahu bahwa shalat berjamaah di masjid itu hukumnya sunah muakkadah atau fardhu kifayah. Jadi kalau pun seorang tidak ke masjid, meski tanpa udzur apapun, dia tidak berdosa.

Sedangkan kalau ada jamaah yang sakit, seluruh ulama sepakat bahwa dia tidak wajib ke masjid berjamaah lima waktu bahkan gugur pula kewajiban shalat Jumatnya.

Dan kalau ada orang makan bawang hingga mulutnya bau, maka makruh hukumnya dia ke masjid.

Sedangkan kalau ada hujan turun, di masa Nabi SAW sudah pernah terjadi, para shahabat sampai diminta shalat di rumah saja.

Dan seharusnya pengurus DKM paham dengan semua rukhshah itu. Apalagi sudah ada fatwa lengkap baik dari MUI, Al-Azhar Mesir, bahkan Masjid Al-Haram Mekkah dan Nabawi Madinah pun sudah melakukannya.

Terus kok masih saja mau mengumpulkan orang banyak di masjid? Lalu shaf shalatnya direnggang-renggkan berjaran 1 meter. Udah gitu tanya lagi, Boleh nggak ya shalat kayak gitu?

Lah ini yang bikin saya pusing. Sebenarnya kalau pakai ilmu fiqih sih jawabannya gampang. Tetap sah.

Masalahnya kan pengurus DKM itu maunya jawaban pakai hadits. Jadi sekalian saja saya pertanyakan begini : Pernah nggak Nabi SAW mengajarkan atau mencoontohkan shalat berjamaah dengan cara direnggang-renggangkan kayak gitu?" Pernah nggak baca hadits bahwa shalat shalat kayak gitu?".

Jawabannya pasti tidak ada haditsnya. Nah itu tahu kalau tidak ada haditsnya, jadi ngapain dikerjakan? Terus pengurusnya diam, mungkin lagi kebingungan.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Tuesday, March 24, 2020 - 10:45
Kategori Rubrik: