DKI Dikencingi HTI

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Bermula dari undangan ormas ke Balai Kota didalamnya tercantum nama muslimah HTI, kemudian setelah ketahuan di batalkan dan alasannya kelupaan. Tidak masuk diakal rasanya, gemparnya pembubaran HTI di NKRI bisa luput dari staff Gubernur Ibu Kota yg wawasannya bukan sekelas kampung Juwani.

Hari ini kita dikagetkan dan sekaligus menarik benang merah hadirnya Felix Siaw sang pendukung dan bahkan mungkin pentolan HTI berceramah di masjid Balai Kota, Ibu Negara Indonesia. Pertanyaannya ada apa di Balai Kota, kalau mendengar Gubernur yg maha banyak berkata kata, " kalau itu undangan harus diselesaikan", artinya krn sang juru bicara HTI sdh diundang tak bisa dibatalkan, ini adalah sebuah perlawanan yg ditunjukkan seorang kepala daerah yg harusnya tau sebuah ormas terlarang dan sang penyerang NKRI adalah orang HTI, kenapa masih diberi ruang di masjid Ibu Kota, ini sama saja dia dipanggil menginjak kepala kita.

 

Dari sejak terpilih menjadi Gubernur prilaku Anies menunjukkan sikap bermusuhan yg berlebihan, seolah dia dendam dgn Jokowi, tapi berimbas kepada rakyat DKI dan NKRI, beberapa kali mencoba mempermalukan Jakarta, Asian Games, dia pasang bendera dgn bambu belah, kali dipasangi jaring, buat patung senggama dari bambu di depan HI, dan banyak lagi.

Semula kita merasa dia cuma punya misi menghabisi Ahok yg Cina tidak boleh jd Gubernur Jakarta, ternyata tdk berhenti disana, dia sengaja menunjukkan sbg musuh bersama Indonesia, konyolnya dia berlindung dibalik agama, dan para pasukan semprul berpikiran tumpul. Kita tdk usah menyebut siapa bekingnya yg suka main pada dua kaki.

Sudah banyak orang menganalisa sikapnya kepada negara. Saat ada demo 21 Mei dia pura-pura ke Jepang dgn meninggalkan surat jaminan berobat buat pendemo yg luka, pulangnya dia nyuci jalan Thamrin dan ngangkat keranda pendemo yg mati, sementara asrama Brimob yg dibakar perusuh mampirpun tidak dia kesana. Hari ini ada demo di MK, Felix Siaw ceramah di Balai Kota, seolah mau membuat bara disamping gesekan panas yg bisa saja menyala. Cara-cara kasar ini gampang ditebak, hanya saja memang pemerintah tdk mau terjebak karena kondisinya tdk baik utk banyak pihak, khususnya negara yg harus waspada akan pancingan gara gara utk usaha membuat huru hara.

Sekarang makin terang benderang dia siapa, kewaspadaan kita yg harus ditingkatkan, bahwa orang yg memusuhi negara makin banyak dimana-mana. Di masjid, di kampus, di kantor, bahkan mungkin di kamar. Terpaparnya ajaran setan ini sdh memasuki kesendi dan banyak lini. Yg waras bukan cuma hrs hati-hati, tapi juga harus cepat bereaksi. Sama halnya saat Felix ndlik di Balai Kota, Banser datang utk menentang. 

Ini yg harus terus kita galang agar Indonesia tdk jadi pecundang dikerjai para pengkhianat yg mengaku membela umat.

 

(Sumber: facebook Iyyas Subiakto)

Thursday, June 27, 2019 - 00:15
Kategori Rubrik: